Jadam Microbial Solution, Pembenah Tanah Instan
Oleh: Amira

JMS yang siap pakai, dapat disemprotkan ke tanah sebelum musim tanam. (foto: Jamhari/Yayasan Setara Jambi)
aaa
Hasil kebun yang kurang maksimal, dapat disebabkan karena tingkat kesuburan tanah yang menurun. Pada hakikatnya, tanaman memerlukan ruang hidup yang memiliki nutrisi yang memadai agar tumbuh dengan baik. Jika tanah kurang subur, maka akan mempengaruhi kualitas tanaman, serta kualitas dan kuantitas hasil panen.
aaa
Jadam Microbial Solution (JMS) adalah larutan mikroba (bioaktivator) yang fungsinya sebagai pembenah tanah. Cairan JMS dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Bahan yang digunakan mudah ditemukan yang dapat diproses dalam waktu yang singkat; fermentasi semalam.
aaa
Bahan yang dibutuhkan adalah garam laut, humus daun, dan sumber karbohidrat yang dapat berfungsi sebagai starter/biang. Garam yang digunakan dapat menggunakan karam kasar beriodium, humus daun dapat menggunakan akar bambu, dan sumber karbohidrat seperti ubi, ketela, nasi yang belum basi yang dicampur tanah humus di sekitar. Prinsipnya seperti membuat biosaka yang memanfaatkan sampah daun yang ada di sekitar kita.
aaa
Cara pembuatannya sangat mudah, yaitu siapkan air di dalam ember, masukkan dua genggam garam, dan akar bambu yang tercampur tanah humus, remas-remas akar bambu di dalam kain berongga, dan campurkan ke dalam ember berisi air.
aaa
Setelah tercampur, tutup rapat menggunakan plastik hingga kedap, diamkan selama satu hari untuk proses fermentasi, Sehari setelah difermentasi dapat langsung digunakan.
aaa
Ciri JMS yang berhasil dan dapat langsung digunakan adalah yang ada sedikit buih di permukaan airnya dan berbau khas hasil fermentasi yang cenderung asam. Cairan ini dapat disemprotkan/disiramkan ke tanah yang akan dibenahi kesuburannya.
aaa
Untuk tanah sawah irigasi, air JMS dapat dialirkan di pintu irigasi, air masuk ke dalam sawah. Ini dapat diaplikasikan pada tanah setiap 2 minggu sekali sebelum masa tanam atau dibajak. Dapat juga diimplementasikan setelah aplikasi pestisida agar mikroba tetap hidup.
aaa
Menurut fifarm.id, pembenah tanah berbasis mikroba adalah produk hayati yang mengandung mikroorganisme menguntungkan seperti bakteri dan jamur yang hidup di sekitar akar tanaman (rhizosfer).
aaa
Mikroba ini bekerja dengan cara: memfiksasi nitrogen, yaitu mengubah nitrogen bebas (N2) di udara menjadi bentuk yang bisa diserap tanaman, contohnya bakteri Azotobacter. Melarutkan fosfor, membantu melepaskan unsur P yang terikat di tanah agar mudah diserap akar. Memproduksi hormon pertumbuhan seperti auksin dan giberelin untuk memperkuat akar dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Mengendalikan patogen tanah melalui mekanisme antagonisme dan produksi siderofor yang membantu tanaman menyerap zat besi lebih efisien.
aaa
Dengan cara kerja alami tersebut, tanah menjadi lebih hidup, subur, dan produktif tanpa bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia.*