
ACPH Menuju Audit Ke Lima Sodokan Kecil Untuk Hantaman yang Besar
Senin, 29 Mei 2023, perkumpulan petani yang nama kelompoknya teraktakan sebagai Asosiasi Cahaya Putra Harapan (ACPH) Melaksanakan agenda tahunan. Pertemuan yang mengevaluasi keberhasilan setahun sebelumya dan yang akan memetakan jalan keberhasilan di tahun selanjutnya itu, digaungkan sebagai RAT.
Rapat Anggota Tahunan atau yang dirampingkan pelafazannya dengan RAT ini diadakan di desa Terusan, Maro Sebo Ilir, Batanghari. Tepatnya di kantor baru ACPH. Kantor itu seolah-olah ingin menyuarakan bahwa terbentuknya ia sebagai bukti bahwa petani sana tidak hanya mencangkul, mendodos atau hal-hal lain yang kebanyakan orang anggap hina. Kantor pribadi nan permanen itu seolah-olah memberikan semacam isyarat keras terhadap kantor-kantor gemerlapan kota yang hanya bermodalkan sewa tahunan itu, tentang keberhasilan dan kekompakkan mereka.Juga isyarat akan keberhasilan mereka dalam berkelompok dan bersertifikasi RSPO.
Selain dihadiri ketua dan ICS ACPH, RAT ini dihadiri oleh Tim Setara Jambi, Kades dari desa Terusan, Bulian Jaya, Karya Mukti, dan Bukit Sari. Semarak RAT ke lima dalam rangka audit RSPO ke lima ini mengantarkan pada pertukaran gagasan yang brilian dan kritik saran yang kritis. Diantara pesan yang disampaikan ketua ACPH, pak Jamil “Kita akan tampung semua saran yang bapak dan ibu sampaikan.“
Tilik Evaluasi; Dari ACPH Untuk Masa Depan Indonesia
Untuk diketahui sebelumya, ACPH meluncurkan program beasiswa sekolah untuk putra-putri anggota, dalam rangka mencerdaskan generasi cilik yang diharapkan pada masa depan akan memimpin setiap sektor kepemimpinan, baik struktural maupun kultural.
Hanya saja, perlu ditingkatkan lagi ketepatan sasaran dari program yang sejatinya sudah tepat itu, agar setiap anak yang kurang mampu benar-benar bisa merasakan manisnya pendidikan. Selain itu agar ada keterjaminan masa depan yang baik sebagaimana yang disampaikan pak Kades Karya Mukti: “Diharapkan kedepannya, ada perluasan sasaran dari beasiswa dan benar-benar ditingkatkan lagi“
ACPH sudah memulai sodokan kecil untuk hantaman yang besar. Hal ini bisa memicu setiap kelompok RSPO maupun institusi pemerintahan dan swasta lainnya untuk menggradasikan tingkat pendidikan. Setelah semua ini, bukankah akan sedikit berkurang kekhawatiran terhadap masa depan bangsa?
ACPH; Menuju Kemandirian Bisnis
Diantara poin-poin perencanaan dalam menghadapi getirnya persaingan dalam penjualan sertifikat CPO dan PKO, Ridho Iskandar selaku perwakilan dari Tim Setara Jambi menyarankan untuk memulai usaha lokal. “Salah satu indikasi kebernilaian kita, adalah kemandirian usaha. Harapannya bapak dan ibu mulai mengajukan saran-saran terkait usaha yang akan kita kerjakan dari dana premi yang didapat.“ Pungkasnya.
Dari RAT ini, ACPH sebagai salah satu kiblat petani swadaya Indonesia, khususnya Jambi akan mulai menggencarkan bisnis lokal yang akan membantu anggota-anggotanya.
Muhammad Dandi
Muhammad Lutfi