Workshop bersama Pengenalan RAD KSB dan Penyerahan STDB
Workshop bersama Pengenalan RAD KSB dan Penyerahan STDB

Penulis : Ali Suharjo

 

Muara Tebo, Tebo – Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) merupakan implementasi pelaksanaan Instruksi Presinden Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN – KSB). RAD – KSB adalah rencana aksi lima (5) tahun arah pengembangan dan pembangunan kelapa sawit dari sektor hulu hingga hilir, terutama pada daerah penghasil kelapa sawit salah satunya Kabupaten Tebo.

Kabupaten Tebo merupakan satu – satunya  kabupaten di Provinsi Jambi yang telah membentuk Tim Pelaksana Daerah Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (TPD RAD-KSB). Selain itu Kabupaten Tebo merupakan Pilot Project Nasional implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2022 tentang RAN KSB yang didukung oleh program Sustainable Palm Oil Initiative (SPOI) Nations for Development Programme (UNDP)  berkolaborasi dengan Yayasan Setara Jambi.


Setara Jambi tergabung dalam TPD RAD – KSB pada Kelompok Kerja (Pokja) 1 penguatan data dan Pokja 5 tentang sertifikasi. Guna mengenalkan RAD-KSB serta identifikasi peluang dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa penghasil kelapa sawit di Kabupate Tebo, maka Yayasan Setara Jambi mengadakan Workshop Bersama Pemerintah Kecamatan dan Desa Penghasil Kelapa Sawit Untuk Pengenalan RAD - KSB Kabupaten Tebo pada hari Selasa, 25 Oktober 2022 di Aula Rumah Dinas Bupati Tebo. Workshop tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikananan Kabupaten Tebo yang didelegasikan kepada Kepala Bidang Bina Usaha.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Kabid Bina Usaha, Kepala Dinas Perkebunan Peternakan dan Perikanan menyampaikan, “Saat ini kita (Kabupaten Tebo) telah membentuk TPD RAD – KSB dan saat ini kita telah manyampaikan laporan semester II kepada secretariat RAN-KSB pusat. Kita saat ini menjadi pilot project SPOI – UNDP dalam implementasi RAN – KSB nasional. RAD – KSB ini akan menjadi acuan pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tebo ditahun yang akan datang” ungkapnya dalam sambutan di Muaro Tebo, 26 Oktober 2022.

Pada workshop yang dihadiri oleh camat se Kabupaten Tebo tersebut, Direktur Yayasan Setara Jambi Ibu Nurbaya Zulhakim dalam sambutannya menyampaikan beberapa kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan di Kabupaten Tebo. “Setara Jambi mulai masuk Kabupaten Tebo sejak tahun 2020. Ada beberapa kegiatan yang telah kami laksanakan di Tebo, yang pertama ada pemetaan kebun petani swadaya dan peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan – pelatihan. Kedua kami juga melakukan pendampingan bagi 2 organisasi petani swadaya yang ada di Kecamatan Muara Tabir untuk persiapan sertifikasi, bahkan salah satunya saat ini sedang menuju Audit ISPO Tahap II. Ketiga kami juga men-support pengajuan STDB bagi pekebun swadaya, STDB ini nantinya dapat digunakan oleh petani untuk mengakses dana BPDPKS” ujar Ibu beranak dua tersebut.

“Setelah acara ini, kami juga mohon kesediaan Pak Rafiq untuk menyerahkan STDB secara simbolis kepada Bapak Camat Muara Tabir. Di muara tabir saat ini telah terbit kurang lebih 500 STDB dan itu adalah hasil kerjasama antara kami dan disbunakan kabupaten tebo” tutupnya.

Workshop yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Tebo tersebut dilanjutkan dengan diskusi. Bertindak sebagai moderator dalam diskusi tersebut adalah Bapak Baharudin Siregar, Ketua Komite Hijau Tebo. Nrasumber pertama yaitu Bapak Errafiq Erfianli Kepala Bidang Bina Usaha DISBUNAKAN dan Bapak Abu Amar Project Koordinator percepatan RAD KSB - Yayasan Setara Jambi. Diskusi tersebut juga diikuti oleh TPD RAD – KSB, Camat se – Kabupaten Tebo dan Pemerintah Desa penghasil kelapa sawit di Kabupaten Tebo.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)