Jaga Lahan Pertanian Pangan Dengan Gotong Royong
Penulis: Cindy & Amira

Proses pembuatan pagar oleh masyarakat Desa Pematang Pulai (foto: Cindy/Yayasan Setara Jambi).
aaa
Pemerintah Desa Pematang Pulai bersama kelompok tani melaksanakan gotong royong pembangunan pagar sawah pada Kamis (5/2). Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat dalam menjaga serta melindungi lahan pertanian desa. Selama ini, petani pangan di desa ini menghadapi kendala dalam meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari IP 100 menjadi IP 200 karena ternak yang dilepasliar dan merusak tanaman.
aaa
Masyarakat Desa Pematang Pulai menjaga kearifan lokal dalam berbagai hal untuk kepentingan bersama. Dalam hal ini, adalah pembuatan pagar untuk membatasi sawah dengan wilayah jelajah hewan ternak dari desa tetangga.
aaa
“Kegiatan ini merupakan hasil musyawarah bersama yang telah direncanakan sebelumnya. Selain menjaga keamanan tanaman, pembangunan pagar sawah juga menjadi bagian dari upaya peningkatan tata kelola lahan pertanian yang berkelanjutan,” kata Mashur, Kepala Desa Pematang Pulai.
aaa
Bagi masyarakat Desa Pematang Pulai, gotong royong adalah sumber energi untuk menuju kepada peradaban yang lebih baik. Hal ini juga merupakan komitmen untuk menjaga keberlanjutan pertanian pangan di desa tersebut.

Desa Pematang Pulai adalah satu dari sekian banyak desa di Provinsi Jambi yang diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan pangan di tengah ancaman tambang dan pertanian monokultur yang dianggap lebih menguntungkan secara ekonomi. Saat ini, Desa Pematang Pulai memiliki lahan pertanian pangan seluas 48,5 hektare dengan produktivitas sebanyak 5,3 ton per hektare.