Sebagai Petani Swadaya Berkelanjutan dengan Bersertifikat RSPO, APBML juga Berhasil Men BPJS kan 290
Sebagai Petani Swadaya Berkelanjutan dengan Bersertifikat RSPO, APBML juga Berhasil Men BPJS kan 290

Penyerahan secara simbolis kartu kepesertaan baru BPJS Ketenagakerjaan oleh Bupati Tanjabbar

Asosiasi Petani Berkah Mandah Lestari (APBML) telah konsisten mensosialisasikan manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan kepada petani dalam hal ini para anggota tani yang tergabung di asosiasi. Kini sebanyak 290 petani telah menjadi peserta aktif dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satu pengurus APBML, Machfur mengatakan banyaknya manfaat apabila ikut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Selain mendapat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), petani juga bisa mendapatkan Jaminan Kematian (JKM). Melalui keikutsertaan asuransi ini, artinya petani sudah melindungi dirinya. Ketika mengalami kecelakaan kerja, maka biaya perawatan sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan tanpa batasan biaya. Kemudian apabila ada anggota yang meninggal dunia dan status kepesertaannya aktif, maka ahli waris akan mendapat santunan kematian dari program JKM.

“Beberapa waktu lalu, salah satu anggota asosiasi kami ada yang meninggal dunia. Dari BPJS Ketenagakerjaan keluarga mendapatkan santunan dari Jaminan Kematian sebesar Rp.42.000.000”, ujar Machfur.

 

Ketua APBML, Ardiansyah menjelaskan melalui kerjasama antara APBML dan BPJS Ketenagakerjaan, petani tidak perlu datang jauh-jauh ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Tungkal Ilir (3 jam perjalanan) untuk melakukan pendaftaran, membayar iuran bahkan klaim asuransi. Segala bentuk berkas dan dokumen yang dibutuhkan di fasilitasi oleh APBML.

“Pendaftaran BPJS, kami ajukan melalui asosiasi. Untuk premi atau iuran bulanan sebesar Rp.16.800 per orang, alhamdulillah APBML membayarkan secara penuh untuk 1 tahun kepada seluruh anggota. Jadi total premi yang asosiasi keluarkan senilai 58 juta rupiah. Anggaran ini kami pakai dari dana kredit RSPO asosiasi, harapannya dengan adanya perlindungan ini petani memiliki jaminan keamanan saat bekerja dikebun”, jelas Ardiansyah.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)