Perwakilan Asosiasi Petani Swadaya (FPS-MRM dan APBML) Berbincang Sore Dengan Bupati TANJABARPerwakilan Asosiasi Petani Swadaya (FPS-MRM dan APBML) Berbincang Sore Dengan Bupati TANJABAR Tentang Inisaitif Pengelolaan Sawit Berkelanjutan Di TANJABAR
Perwakilan Asosiasi Petani Swadaya (FPS-MRM dan APBML) Berbincang Sore Dengan Bupati TANJABAR


Bertempat di Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat, pada Kamis (08/04) Setara Jambi bersama pimpinan Asosiasi Petani Swadaya Berkelanjutan sebanyak 12 orang dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjung Jabung Barat berkunjung untuk berdiskusi dengan Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. Petani yang hadir merupakan perwakilan dari Forum Petani Kelapa Sawit Merlung Renah Mendaluh (FPS-MRM) dan Asosiasi Petani Berkah Mandah Lestari (APBML), merupakan kelompok tani sawit swadaya Tanjung Jabung Barat yang telah mendapatkan sertifikat RSPO. Disambut langsung oleh Bupati, pertemuan itu menjadi silahturahmi dan pengenalan diri untuk Setara Jambi dan petani yang hadir.

Pertemuan di buka oleh Fauziah SP selaku Sekretaris DISBUNAK TANJABBAR dengan menyampaikan maksud tujuan kunjungan ini dan informasi bahwa sejak tahun 2015 telah mengenal Setara sebagai pendamping beberapa petani di TANJABBAR dan DISBUNAK mendukung penuh program yang dilakukan oleh Setara Jambi.

Perkenalan dilanjutkan oleh Direktur Setara Jambi Nurbaya Zulhakim yang menyampaikan tentang program pemberdayaan petani swadaya dalam mewujudkan pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan di Kabupaten Tanjug Jabung Barat. Disebutkan bahwa saat ini terdapat 608 petani swadaya yang telah mendapatkan sertifikat sawit berkelanjutan RSPO dengan luas lahan 1489 Hektar. Dari peroses pemberdayaan yang dilakukan sedikitnya telah merubah cara bertani petani menjadi lebih baik, tidak hanya dalam aspek produksi tapi juga pada social dan lingkungan.

Kemudian Suhaili dan Ardiansyah selaku ketua Asosiasi petani sawit berkelanjutan juga menyampaikan tentang proses mendapatkan sertifikat RSPO  dan manfaat yang telah mereka dapatkan. Pelatihan-pelatihan, pembentukan kelembagaan petani dan juga tantangan dalam pengurusan legalitas seperti STDB. “Kami terus berusaha memerbaiki cara berkebun kami agar tidak merusak lingkungan seperti yang selama ini di cap oleh dunia luar, kami telah memperjuangkan nama baik TANJABAR dengan menjadi anggota RSPO, tentu kami juga berharap ke depan bisa memproleh sertifikat ISPO, oleh karena itu kami sangat mohon bantuan dari pemerintah kabupaten untuk dapat mendukung upaya kami, misalnya dalam urusan STDB, kami berharap untuk segera diterbitkan berkas yang telah lama kami ajukan, karena itu menjadi dokumen yang penting yang harus petani miliki selain SHM,”


Pada moment ini juga Suhaili dan Ardiansyah menyampaikan permohonan kepada Bupati untuk dapat dapat hadir di Sekretariat Petani Sawit Berkelanjutan untuk memberikan sertifikat RSPO secara simbolis sekaligus menyaksikan Panen Lubuk Larangan di Desa Sungai Rotan.

Bupati sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Setara Jambi dan petani. Ia juga memberikan beberapa arahan terkait permasalahan yang telah disampaikan “Saya sangat mendukung kelompok tani dan NGO seperti Setara Jambi yang peduli akan lingkungan dan berkomitmen kepada pertanian berkelanjutan. Terkait kepengurusan STD-B, itu akan lebih mudah karena sekarang sudah diserahkan kembali ke dinas terkait Dinas Perkebunan,”jelas Bupati Tanjung Jabung Barat. Bupati juga akan menghimbau kepada dinas terkait untuk mempermudah segala kepengurusan perizinan dan dokumen yang dibutuhkan petani untuk mendorong pertanian yang berkelanjutan, bupati menyambut baik undangan Asosiasi petani untuk dapat hadir ke Desa Sungai Rotan.





Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)