Pemetaan Udara untuk Persyaratan Program Sarana dan Prasarana (SARPRAS) BPDPKS di Sungai Jernih
Pemetaan Udara untuk Persyaratan Program Sarana dan Prasarana (SARPRAS) BPDPKS di Sungai Jernih

Penulis         : Ali Suharjo

 

Muara Tabir – Tebo. Salah satu permasalahan bagi petani kelapa sawit di Indonesia adalah rendahnya produktifitas kebun kelapa sawit. Program sarana dan prasarana (Sarpras) yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) merupakan upaya meningkatkan produktifitas kebun kelapa sawit milik petani. Program sarpras BPDPKS dapat diakses oleh petani kelapa sawit melalui kelembagaan petani yang telah dibentuk. Selain itu kelembagaan petani harus memenuhi persyaratan – persyaratan yang ditetapkan oleh BPDPKS.

Kelompok Tani (poktan) Sumber Rejeki beralamat di Desa Sungai Jernih, merupakan salah satu poktan dampingan Yayasan Setara Jambi saat ini sedang mengajukan permohonan sarpras BPDPKS. “Poktan Sumber Rejeki saat ini sedang mengambil sarpras dari disbun, program intensifikasi. Jumlah anggota 41 petani dengan luas lahan kurang lebih 70 Hektar,” kata Sekretaris Poktan Sumber Rejeki, Suranto, Rabu (21/09).

Suranto menjelaskan beberapa tantangan yang dihadapi oleh poktan sumber rejeki dalam mengakses program yang didanai oleh BPDPKS tersebut. “Tantangan sebenarnya banyak, menyesuaikan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. Yang terbaru mereka minta foto udara kebun untuk identifikasi. Untuk itu kami meminta bantuan Setara Jambi.” ungkapnya.

Bapak satu anak tersebut menyapaikan rasa terima kasih telah dibantu oleh Yayasan Setara Jambi “Alhamdulillah pendamping kami Yayasan Setara Jambi bersedia membantu poktan sumber rejeki untuk mengambil foto udara menggunakan drone. Kemarin Bang riki (Staff Setara Jambi) empat hari disini, memetakan kebun petani. Kendalanya cuaca yang tiba – tiba hujan, tapi sudah terlewati dan sekarang petanya sudah tersedia dan sudah diserahkan ke disbun” tutupnya.

Yayasan Setara Jambi berkominten dalam mendukung upaya – upaya peningkatan kapasitas petani dan taraf hidup petani kelapa sawit. Sebelumnya Setara Jambi melakukan pendampingan persipan sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan yang didukung oleh Program SPOS Indonesia – Yayasan Kehati di Muara Tabir. Selain persiapan sertifikasi, Setara Jambi juga telah melakukan pemetaan kebun anggota kelompok tani yang bersedia mengikuti program persiapan sertifikasi menggunakan GPS dan Drone.


Dalam rangka pelaksanaan pemetaan Setara Jambi melatih 14 orang kader perkumpulan untuk menjadi tim pemetaan, 8 orang menjadi tim pemetaan GPS dan 6 orang menjadi tim pemetaan dengan wahana pesawat tanpa awak atau Drone. Harapannya tim pemetaan yang ada di desa dapat membantu petani dalam melaksanakan pemetaan kebun untuk kegiatan pengajuan SARPRAS, PSR dan kebutuhan lainnya yang membutuhkan peta kebun petani. Selain itu dengan adanya sumber daya manusia yang dapat melakukan pemetaan menggunakan GPS dan Drone, tentu akan menjadi aset bagi desa untuk membantu kegiatan pemetaan yang diperlukan desa.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)