KISAH PETANI CABE DARI DESA PAGAR DESAKISAH PETANI CABE DARI DESA PAGAR DESA
KISAH PETANI CABE DARI DESA PAGAR DESA

Desa pagar Desa terletak di kecamatan Bayung Lencir kabupaten Musi Banyuasin propinsi sumsel,adalah sebuah desa dimana mayoritas masyarakatnya adalah petani dan hampir seluruh masyarakatnya adalah pindahan dari propinsi lampung mereka datang kesini mengikuti transmigrasi local.adalah pak Sardi salah seorang petani desa Pagar Desa yang bisa dianggap sukses membudi dayakan tanaman sayuran terutama tanaman cabe. Betapa tidak, meskipun cuaca panas dan curah hujan rendah dan masih di masa pandemi Covid-19, mereka bisa memanen hingga 2-2,5 ton pada luasan lahan kurang dari ¼ Ha.

Dia sendiri baru menanam cabai sekitar 2 tahun terakhir. Sebelumnya, dia menanam terong dan pare. Cabai, menurutnya, menjadi harapan baru bagi petani, di luar tanaman sayuran lainya. "Cabai ini menjanjikan kalau harganya stabil dan hasilnya memuaskan. Walaupun juga pernah mengalami kerugian ketika harganya jatuh," katanya. Sistem budidaya yang dilakukan pak Sardi mulai dari perawatan sampai pemupukan sangat sederhana. Terutama pemupukan beliau lebih banyak menggunakan pupuk organik buatan sendiri. walaupun sesungguhnya diakui beliau tetap menggunakan pupuk kimia tapi dalam jumlah yang sangat sedikit. dengan persentase pengurangan pupuk kimia mencapai 60% selebihnya beliau menggunakan kompos dan pupuk oraganik cair berupa Plant Growth Promotion Rizobakteria ( PGPR).” Kita sangat berterima kasih kepada pendampingan dari Setara Jambi dan Lingkar Hijau yang telah mengajar kan kita tentang pembuatan POC tersebut ,bahan-bahan nya sangat murah dan bisa ditemukan disekeliling kita pokoknya konsep yang mereka anjurkan tentang konsep Agro Ekologi benar-benar membantu kita “ imbuhnya.


Untuk analisa sederhana bagi budidaya cabe dari luasan ¼ hektar menghasilkan  2-2,5 ton dengan harga jual rata rata Rp.35.000 dengan modal Rp. 5.000.000.

Selain bekerja sama dengan lembaga Setara jambi dan Lingkar Hijau pak Sardi dan kawan-kawan yang tergabung dalam kelompok Agung Mulya juga mendapat bantuan dana CSR dari perusahaan P.T Bumi Persada Permai sebuah perusahaan groupnya Sinar Mas yang bergerak di sektor tanaman industry sebesar Rp. 25.000.000 dana ini diberikan kepada 20 anggota kelompok.


Untuk penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat sektor ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 12 orang / hari dengan upah Rp.80 ribu / hari.Ini sangat membantu terutama kaum ibu-ibu agar dapat membantu perekonomian keluarga.

Seluruh anggota kelompok tani Agung Mulya berkomitmen menjaga lahan pertanian pangan berkelanjutan dan bisa dilihat dari semangat mereka membuka lahan pertanian tanpa bakar seluas 4 Hektar yang rencanaya akan ditanami cabe dan komoditas sayur lainya . (dok setarajambi.)



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)