Aksi Sosial - Pembagian Sembako Oleh Organisasi Petani Swadaya BerkelanjutanAksi Sosial - Pembagian Sembako Oleh Organisasi Petani Swadaya Berkelanjutan
Aksi Sosial - Pembagian Sembako Oleh Organisasi Petani Swadaya Berkelanjutan


JAMBI. 4 asosiasi kelompok tani kelapa sawit berkelanjutan di Provinsi Jambi memberikan bantuan berupa sembako kepada seluruh anggota petani yang tergabung dalam kelompok. Asosiasi yang dimaksud antara lain Asosiasi Petani Berkah Mandah Lestari (APBML) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Forum Petani Swadaya Merlung Renah Mendaluh (FPS-MRM) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Asosiasi Cahaya Putra Harapan (ACPH) Kabupaten Batanghari dan Gapoktan Tanjung Sehati (GTS) Kabupaten Merangin. Asosiasi ini adalah kelompok tani dampingan SETARA JAMBI yang telah mendapatkan sertifikat RSPO.

Dalam kegiatan ini, sejumlah paket sembako dibagikan kepada anggota yang tergabung di masing-masing asosiasi dan masyarakat sekitar yang kurang mampu. Sembako tersebut dibagikan dalam bentuk beras, minuman kaleng, gula, kopi, teh dan juga uang tunai. Pendistribusian sembako kepada para anggota dan masyarakat sekitar merupakan wujud kepedulian dan kegiatan sosial yang rutin dilakukan yang dimuat dalam program kerja tahunan. Pembelian sembako menggunakan dana kredit yang didapat dari penjualan sertifikat RSPO.

Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa dana kredit RSPO yang diperoleh oleh asosiasi setiap tahunnya, selain digunakan untuk biaya audit survaliance juga digunakan untuk kegiatan peningkatan kapasitas petani berupa pelatihan, kegiatan peduli lingkungan dan kegiatan social. Kegiatan social yang rutin dilakukan adalah pemberian sembako setiap bulan Ramadhan, juga pernah dilakukan pemotongan sapi oleh Asosiasi FPS-MRM.

Aksi sosial lain yang pernah dilakukan adalah aksi pencegahan penularan covid dengan membagikan masker, vitamin dan disinsfektan. Jumlah anggota RSPO yang tergabung sekaligus penerima paket sembako berjumlah 1426 orang. Meliputi anggota APBML sebanyak 290 orang, FPS-MRM sebanyak 318 orang, ACPH sebanyak 406 orang dan GTS sebanyak 412 orang. Saat pendistribusian, pengurus asosiasi atau Tim ICS (Internal Control System) masing-masing desa membagikan secara langsung kepada anggota.


Mengingat banyaknya jumlah anggota, diperlukan strategi untuk pendistribusian sembako lebih cepat, dengan tetap menjaga protokol kesehatan“Anggota forum kita cukup banyak sampai dengan tahun ini, jadi untuk menghindari kerumunan kami akan membagikannya secara bertahap atau jika memungkinkan akan diantar langsung dari rumah ke rumah Semoga bermanfaat untuk semua,”jelas Ardiansyah selaku Group Manager APBML.

Elnawati sebagai salah satu anggota RSPO yang tergabung di FPS-MRM merasa sangat bahagia saat menerima paket sembako yang diberikan. “Terimakasih nian, senang sayo dapat THR dari gapoktan (FPS-MRM). Baik nian gapoktan mau peduli dengan kami-kami ni, semoga berkah”,ujar Elnawati.


Dengan beragam kegiatan yang dapat dilaksanakan menjadi Bukti bahwa dengan berkelompok atau bergorgansiasi menjadi satu bukti bahwa petani bersama-sama melewati proses menuju Sawit Berkelanjutan, tentu adanya perubahan dalam praktek pengelolaan kebun menjadi lebih lestari adalah tujuan utama dari sertifikasi ini, akan tetapi dengan adanya bonus manfaat sosial yang diperoleh menjadi penyemangan bagi pengurus dan anggota. Semoga dengan akumulasi manfaat ini semakin memberkuat komitmen petani untuk terus mempraktekkan pengelolaan sawit berkelanjutan.

Dari 4 asosiasi petani sawit berkelanjutan yang berhasil dibangun oleh petani bersama Setara Jambi, 3 diantaranya merupakan hasil kerja bersama Setara Jambi, YIDH, Asian Agri dan pemerintah kabupaten dan provinsi.


4 asosiasi tersebut mencakup 1577 petani dengan luas kebun 2688 hektar. jumlah ini belumlah signifikan disbandingkan dengan jumlah total petani dan luas kebun swadaya di Provinsi Jambi, akan tetapi semoga 4 asosiasi petani tersebut menjadi pionir untuk menularkan semangat Berkelanjutan kepada seluruh petani swadaya di Provinsi Jambi. Dan harapannya ke depan 4 asosiasi tersebut juga dapat memproleh sertifikasi ISPO sebagai komitmen kepatuhan terhadap peraturan negara.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)