Yayasan Setara Dan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Menyelenggarakan ToT ISPO Dan RSPO

By Yonna Ferdiansyah 10 Mar 2020, 12:03:08 WIB Capacity Building
Yayasan Setara Dan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Menyelenggarakan ToT ISPO Dan RSPO

Yayasan Setara dan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Menyelenggarakan ToT ISPO dan RSPO, Bertujuan Meningkatkan Kapasitas Petani Swadaya

YAYASAN Setara Jambi bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menggelar kegiatan Training of Trainers ISPO dan RSPO Petani Swadaya untuk FASDA Provinsi Jambi. Acara digelar di Hotel Abadi Grand, Jalan Jendral Gatot Subroto, Kota Jambi, 26-28 November 2019.

Kegiatan training diikuti 75 peserta yang berasal dari FASDA Kabupaten Tanjung Jabung Barat, FASDA Kabupaten Batanghari, FASDA Kabupaten Tebo, FASDA Kabupaten Merangin, FASDA Kabupaten Bungo dan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.

Baca Lainnya :

Hadir sebagai trainer untuk mengisi materi ISPO, ada Komisi ISPO, Harris Silalahi dari FORTASBI dan Dani Rahadian dari FORTASBI / SNV Indonesia.

Kegiatan training ini dibuka Direktur PPHP Dirjenbun Kementerian Perkebunan RI, Ir Dedi Djunaedi MSc, serta dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Ir Agus Rizal, MM.

Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menyebutkan luas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi mencapai 689.966 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Dari 689.966 hektare perkebunan di Jambi, 42% merupakan perkebunan kelapa sawit yang dikelola swadaya atau tidak terintegrasi dengan perkebunan plasma. Sedangkan untuk petani kelapa sawit yang tercatat jumlahnya mencapai 206.787 KK.

"Provinsi Jambi merupakan merupakan salah satu provinsi penghasil kelapa sawit di Indonesia dan telah memberikan kontribusi bagi petani dengan menyumbangkan devisa mencapai triliunan melalui ekspor CPO dan turunannya," kata Ir Agus Rizal MM, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.

Sebagai produsen utama kelapa sawit dunia, petani memiliki peran penting dalam memastikan produk berkelanjutan bagi seluruh konsumen.

Aspek keberlanjutan produk kelapa sawit telah menjadi perhatian bagi segenap stakeholder baik dari sisi konsumen, industri, NGO/CSO, pemerintah, maupun akademisi.

Hal tersebut telah terwujud dalam berbagai skema sertifikasi baik yang bersifat sukarela (voulentery) seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dan yang bersifat wajib (mandatory) yaitu Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

"Dari semua skema setifikasi tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang sama yakni demi mewujudkan minyak sawit berkelanjutan yang tidak hanya dari segi ekonomi tetapi juga dari segi planet
(bumi/lingkungan) maupun people (manusia)," terang Agus.

Sejak 2015, Yayasan Setara konsisten melakukan pendampingan petani sawit swadaya untuk mewujudkan sawit berkelanjutan.

Hingga November 2019, ada empat organisasi petani swadaya di Provinsi Jambi yang didampingi oleh Yayasan Setara telah berhasil memperoleh sertifikat RSPO dengan jumlah total 989 petani dengan luas kebun 1755 hektare.

"Tentu jumlah ini sangat kecil dibandingkan dengan luas total petani swadaya di Provinsi Jambi, " Ucapnya.

Sementara itu, pemerintah dalam hal ini Dinas Perkebunan Provinsi Jambi juga telah menfasilitasi pembentukan kelompok tani swadaya dan seritikasi ISPO terhadap tiga gapoktan/KUD.

"Senang sekali dapat bekerja sama dengan Yayasan Setara dalam melaksanakan ToT ini, sebagai langkah awal untuk mempersiapkan impelementasi BioCF di Jambi, dimana salah satu kegiatannya adalah meningkatkan kapasitas petani swadaya dan menfasilitasi menuju sertifikasi ISPO dan RSPO, dan bapak ibu sekalian baik FASDA ataupun penyuluh lapangan dapat berperan dalam program ini nanti terutama untuk melatih petani," pungkasnya.

Panitian pelaksana kegiatan, Ridho Iskandar, dalam laporan kegiatannya, mengatakan ToT ISPO dan RSPO petani swadaya diikuti oleh 75 anggota FASDA dan penyuluh pertanian yang berasal dari 5 kabupaten di Provinsi Jambi.

"Harapannya ke depan, anggota FASDA dan penyuluh dapat terlibat aktif dalam kerja-kerja pelatihan dan pemdapingan petani swadaya
dalam pengelolaan kebun kelapa sawit berkelanjutan," ucapnya.

Pelatihan dilakukan selama tiga hari, sejak 26-28 November 2019.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sessi diskusi pemaparan oleh Direktur PPHP Dirjenbun Kementan RI dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.

"Pelatihan dibagi dalam tiga kelas, sehingga terdapat enam orang trainers dalam pelatihan ini. Tiga orang trainers ISPO dari Dirjenbun Kementan RI, yaitu Ita Munardini, Prastyo Djati, Doris Monica Sari Turnip
dan tiga orang trainer RSPO dari RSPO Indonesia (Imam El Marzuk), FORTASBI (Harris Silalahi) dan SNV (Dani Rahardian). Materi ISPO juga dibantu Nana dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi," kata Ridho.

Sementara itu, Direktur PPHP Dirjenbun Kementerian Perkebunan RI, Ir Dedi Djunaedi, MSc, dalam pembukaan kegiatan training kemarin mengatakan senang sekali bahwa Yayasan Setara telah memulai melaksanakan ToT ini.

"Sementara kami di Dirjenbun baru merencanakan pelaksanaan ToT, pada tahun depan kami baru saja mengusulkan untuk diaggarkan di APBD. Artinya, Jambi memang telah melangkah lebih maju untuk
mendorong percepatan ISPO dan RSPO petani swadaya di Provinsi Jambi," ujarnya memuji.

"Tujuan besar kita atas standar ini adalah sebagai upaya pembuktian bahwa kita komitmen untuk mempraktikkan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan,. Karena itu, tentu semua pihak harus berkontribusi
dalam upaya ini, karena kita ingin agar keberlanjutan kelapa sawit dapat dapat kita wujudkan agar kelapa sawit ini betul-betul dapat memberikan barokah bukan bencana seperti yang selama ini sering dikampanyekan," pungkasnya.

Suvani Sugito, mewakili dari FASDA Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang merupakan satu di antara peserta traning, mengatakan sangat antusias sekali mengikuti kegiatan yang diadakan Yayasan Setara.

"Krena kegiatan ini sangat baik sebagai penambah wawasan dan bermanfaat. Untuk ke depan petani swadaya ini dapat disertifikasi dari kebanyakan petani, karena ke depan para petani harus disertifikasi semua sebagai persyaratan untuk penjualan TBS," ucapnya. (*)

 

Suasana proses pelatihan di salah satu kelas ToT (Istimewa)

 

Peserta, tim Yayasan Setara Jambi berfoto bersama dengan Direktur PPHP Dirjenbun Kementan dan Kadisbun Provinsi Jambi (Istimewa)

 

Direktur Yayasan Setara, Direktur PPHP Dirjenbun dan Kadis Perkebunan Provinsi Jambi dalam sesi diskusi (Istimewa)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment