Setara Jambi Komitmen Membantu Petani Sawit Swadaya Dalam Mendorong Pengelolaan Kebun Rendah Emisi m

By Yonna Ferdiansyah 10 Nov 2020, 21:25:53 WIB Sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan

Tantangan petani kelapa sawit swadaya di Indonesia sangatlah kompleks, mulai dari terbatasnya pengetahuan tentang budidaya yang baik, lemah dan tiadanya kelembagaan, akses pemasaran TBS dan kemitraan yang tidak mudah dijangkau, hingga terpaan kecaman karena kegiatannya dalam membangun kelapa sawit dianggap telah mengakibatkan kehancuran hutan dan kerusakan lingkungan.

Kompleksnya tantangan yang dihadapi petani menjadi dasar bagi Setara Jambi melakukan program pemberdayaan terhadap petani. program pemberdayaan yang dilakukan berupa penelusuran untuk kebun, untuk mengetahui areal persebaran kebun petani swadaya, identifikasi petani untuk pembentukan kelompok, jika telah terbangun kesepakatan bersama diantar petani untuk komitmen melakukan perbaikan, maka dilakukannlah serangkaian kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas petani. pelatihan-pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan tentang peraktek berkebun yang baik, kelembangaan, RSPO-ISPO, HCV, dan FPIC.

Baca Lainnya :

Tentu dengan serangkaian pelatihan tersebut belumlah cukup, Setara Jambi melakukan program pemberdayaan jangka panjang, rata-rata 1,5 - 3 tahun dalam satu lokasi areal pelaksanaan program, di setiap lokasi program (2-5 Desa) ditugaskan 2-4 staf fasilitator petani yang berkerja 20 hari setiap bulannya. Asistensi yang dilakukan selain bertujuan untuk membangun kesadaran dan meningkatkan kapasitas petani tentu juga terbentuknya kelembagaan petani swadaya, karena dengan kelembangaan tersebutlah petani dapat memininalisir beragam tantangan yang dihadapi.

Meskipun tujuan utama dari pengetahuan budidaya yang baik adalah meningkatkan produksi kebun petani, akan tetapi pada proses inilah menjadi bagian yang tepat untuk menyisipkan pentingnya pengeloaan kebun ramah lingkungan, misalnya terkait penggunaan bahan kimia; pentingnya pengelolaan limbah B3 (Bahan beracun dan berbahaya), larangan melakukan pemyemprotan total pada kebun, larangan membuka kebun dengan cara bakar, larangan membuka kebun dalam kawasan hutan, pentingnya menjaga HCV di areal perkebunan dan hal lainnya yang relevan dengan upaya pengurangan emisi.

Hingga saat ini Setara Jambi telah menfasilitasi 1452 petani swadaya dengan luas kebun 2660 Hektar di Jambi dan 1.265 petani dengan luas kebun 2.145 Hektar di Sumatera Selatan berhasil mendapatkan sertifikat RSPO. Petani tersebut tergabung dalam 9 organisasi petani sawit berkelanjutan, ada yang berbentuk Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) ada asosiasi petani dan ada Koperasi Unit Desa (KUD).

Diantara 9 organisasi petani swadaya tersebut, terdapat 3 organisasi petani yang telah berhasil membangun konservasi sungai berupa Lubuk Larangan, memiliki pengelolaan areal NKT yang cukup luas, pengelolaan sungai dan penjagaan hutan bersama Kelompok Suku Anak Orang Rimba.       

Setara Jambi berkomitmen untuk terus membantu petani dalam mewujudkan pengelolaan kelapa sawit yang rendah emisi, Setara Jambi berharap dapat menjadi salah satu anggota HCSA untuk dapat membangun jaringan lebih luas, meningkatkan pengetahuan dan kapasitas, serta mampu menyampaikan problem dan tantangan yang dihadapi petani di Indonesia dalam mendorong pengeloalan kebun rendah emisi, khususnya di Jambi dan Sumatera dimana Setara Jambi bekerja.      

   

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment