Setara Jambi berkomitmen membangun organisasi petani kecil ramah lingkungan

By Yonna Ferdiansyah 14 Agu 2020, 23:04:58 WIB Inovasi Setara
Setara Jambi berkomitmen membangun organisasi petani kecil ramah lingkungan

Setara Jambi berkomitmen membangun organisasi petani kecil ramah lingkungan di Provinsi Jambi dan wilayah lain di Sumatera; pencegahan kebakaran lahan dan ekspansi kebun dalam kawasan hutan, penjangaan sungai melalui kelembagaan pertanian berkelanjutan.

Musim kemarau telah tiba, adalah musim yang paling ditakuti di Sumatera dan di Kalimantan, selalu diantisipasi agar tidak menimbulkan kebakaran lahan dan bencana asap seperti yang terjadi pada 2019 lalu.

Berbagai polemic yang muncul pada kasus kebakaran dan pengrusakan hutan, pembangunan kelapa sawit, pembukaan lahan pertanian pangan. Aktivitas petani kecil paling sering dijadikan sebagai penyebab terjadinya kebakaran, bahkan meskipun kebakaran itu terjadi di dalam kawasan konsesi usaha perkebunan, selalu ada celah untuk menyebut petanilah penyebab kebakaran. Demikian halnya dengan ekspansi perkebunan dalam kawasan hutan, sebutan penyerobotan hutan selalu ditujukan kepada petani kecil.

Baca Lainnya :

Oleh Karena itu, Setara Jambi terus berupaya membangun kesadaran petani kecil, baik petani kelapa sawit ataupun petani pangan untuk melakukan pengeloaan lahan pertanian pangan ramah lingkungan, tidak melakukan cara bakar dan tidak membangun kebun di dalam kawasan hutan.

Setara Jambi mulai memperkenalkan sawit berkelanjutan RSPO pada petani kelapa sawit di Jambi sejak tahun 2012, dan 1 Gabungan Kelompok Tani Kabupaten Merangin mendapatkan sertifikasi RSPO pada tahun 2015, organisasi petani swadaya penerima sertifikat kedua setelah KUD Amanah Riau.

Sejak awal yang selalu ditekankan dalam kegiatan edukasi petani adalah penting melakukan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil pertanian petani yang swadaya yang selama ini belum mendapatkan pembinaan, selain itu tujuan jangka panjang adalah mengubah imeg pasar yang selalu menyebutkan bahwa kelapa sawit Indonesia telah mengakibatkan kerusakan hutan dan lingkungan. Petani kecilpun telah membuktikannya. 1017 petani swadaya di Jambi telah mendapatkan sertifikat RSPO dan dalam kurun waktu 5-10 tahun terakhir tidak ada lagi kegiatan pengelolaan lahan dengan cara bakar di kebun-kebun petani dampingan Setara Jambi.

Pada aspek kebun dalam kawasan, Setara Jambi terus melakukan sosialisasi dan edukasi bagi petani bahwa standar pertanian berkelanjutkan tidak memperkenankan kebun yang ada dalan kawasan untuk mendapatkan sertifikasi RSPO maupun ISPO. Namun untuk membantu petani yang sudah keterlanjuran berkebun dalam kawasan karena minimnya pengetahuan dan kesadaran. Setara Jambi menfasilitasi petani untuk pengajuan Perhutanan Sosial, yaitu skema pemerintah untuk mengembalikan fungsi hutan dan memberikan akses manfaat kepada petani terhadap pengelolaan hutan dengan ketentuan dan syarat tertentu untuk mencegah ekspansi lebih besar. Dalam skema TORA dan Perhutanan Sosial salah satunya adalah kewajiban petani untuk menanam tanaman hutan semasa masih diperbolehkan mengambil hasil kebunnya sampai dengan proses menggantikan seluruh tanaman menjadi agroforest.  

 

Selain itu, telah terbangun inisatif pengelolaan sungai dengan model ‘Lubuk Larangan’, dimana sungai yang telah terkontaminasi dengan kimia akibat pengambilkan hasil sungai tanpa batas, disepakati dan di atur secara bersama-sama untuk dijaga keletastariannya dengan pengelolaan sungai ramah lingkungan, menghentikan praktet penggunaan racun kimia dalam kegiatan penangkapan ikan, melakukan panen raya secara bersama pada waktu tertentu yang telah ditetapkan. Di Desa Sungai Rotan terdapat 1000 Meter sungai konservasi yang disepakati tidak boleh mencuci bekas bahan kimia kegiatan pertanian, tidak menggunakan festisida untuk tanaman yang ada di bantaran sungai untuk menghindari kontaminasi sungai, kegiatan panen ikan dikerjakan tiga tahun satu kali secara bersama-sama seluruh warga desa. Upaya lain adalah menanam bibit buah-buahan dan bibit pohon kayu di bantaran sungai.

Pada sector pertanian pangan, Setara Jambi terus mendorong kesadaran masyarakat dan advokasi kebijakan untuk penecegahan alihfungsi pertanain menjadi perkebunan, usaha pertambangan dan peruntukan lainnya yang akan berdampak secara social dan lingkungan.

Selain itu, pada proses pendampingan petani, dilakukan peningkatan kapasitas petani terkait pengelolaan lahan pertanian pangan tanpa bakar dan pengurangan penggunaan bahan kimia dalam budidayanya. Saat ini telah terdapat 5 Kelompok Tani di Kabupaten Pariaman Sumatera Barat yang telah merubah pertanian konvesional menjadi pertanian organic. Memang pola ini belum banyak dilakukan oleh petani, akan tetapi setidaknya telah ada upaya peningkatan penggunaan bahan alami seperti pupuk kompos, MOL dan lainnya dalam kegiatan pertanian pangan di wilayah-wilayah kerja pendampingan Setara Jambi. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment