NEWS

Read News

Kunjungan IDH dan Delegasi Negara negara Donor
...

22-Februari-2018

Kunjungan IDH dan Delegasi Negara negara Donor
...

di Propinsi Jambi untuk Pembangunan Hijau

IDH (Inisiative Dagang Hijau) bersama dengan delegasi dari Embassy of Denmark, Ministry of Affairs Netherlands, Swiss State Secretariat for Ecomonic Affairs, Ministry of Foreign Affairs Norway, mengunjungi propinsi Jambi, pada tanggal 19-20 Februari 2018. Kunjungan itu adalah untuk menunjukkan komitmen Negara-negara tersebut terhadap inisiative propinsi Jambi untuk mendorong pembangunan Hijau dengan berbasiskan komoditas dan landscape di propinsi Jambi. Kunjungan diawali dengan dialog multifihak. Dialog dihadiri lansung oleh Kepala Bappeda Propinsi Jambi, Ir Husni Djamal Magr, ST, Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Jambi Ir. Erizal dan Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Jambi, Ir. Agusrizal. Dalam dialog tersebut, Perwakilan Pemerintah propinsi Jambi menjelaskan bagaimana peran pemerintah propinsi Jambi untuk mendorong pembangunan hijau di propinsi Jambi, dari perumusan kebijakan setingkat Perda, hingga kerjasama dengan semua pihak termasuk NGO, sector swasta dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan petani-petani kecil.

Kelapa sawit dan petani-petani swadaya menjadi topic menarik dalam diskusi yang diiringi dengan makan malam tersebut. di mana petani swadaya kelapa sawit, diharapkan dapat berperan lebih besar dalam mendorong perbaikan produksi kelapa sawit melalui praktek-praktek yang berkelanjutan. Menurut Catatan Dinas Perkebunan, luas perkebunan kelapa sawit di propinsi Jambi, sekitar 60% diusahakan oleh petani swadaya.

“Propinsi Jambi, kini dalam proses mempromosikan minyak sawit berkelanjutan, dimana petani swadaya menjadi actor penting, baik itu dalam skema ISPO dan RSPO. Di propinsi Jambi, telah ada 2 kelompok petani swadaya yang telah mendapatkan sertifikat RSPO yang digagas oleh Yayasan Setara Jambi bersama Dinas Perkebunan dan perusahaan terdekat, dan saat ini Dinas Perkebunan sedang dalam proses mendorong sertifikasi ISPO di propinsi Jambi.” tutur Kepala Dinas Perkebunan dalam dialog tersebut.

Melibatkan petani swadaya dalam kerangka pembangunan hijau memang bukan perkara mudah, karena mayoritas petani swadaya tidak memiliki kelembagaan, sementara syarat utama untuk mendorong perbaikan adalah dimulai dari kelembagaan yang baik dan sehat, termasuk juga jika petani ingin terlibat dalam sertifikasi minyak sawit berkelanjutan, kelembagaan jadi kunci utama.

Guna melihat lebih jelas, bagaimana tantangan-tantangan yang dihadapi dilapangan, baik oleh petani swadaya, pemerintah daerah dan pendamping lapangan, kunjungan lapangan dilakukan di Desa Sungai Rotan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Desa Sungai Rotan adalah desa yang saat ini telah melakukan pemetaan kebun petani swadaya, dan beberapa bagian petani swadaya telah bersertifikat RSPO tahun 2017 lalu. Selain petani terlibat dalam sertifikasi RSPO, pemerintah Desa juga membangun inisiaitive perlindungan sungai sebagai bentuk perlindungan atas Nilai Konservasi Tinggi, dan perlindungan tersebut diatur dalam Peraturan Desa.

“Kami bangga, desa kami dikunjungi oleh delegasi berbagai Negara, dan ini menjadi motivasi kami sebagai petani dan warga desa, bahwa kami tidak sendiri untuk melakukan hal yang baik. Kami berterima kasih pada IDH dan Setara Jambi, Asian Agri dan pemerintah, karena telah mendampingi kami selama ini untuk menjadi petani yang lebih baik.” Ungkap Zaudi Kepala Desa Sungai Rotan.

“kami dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, berkomitmen untuk mendukung petani dalam hal pemberian STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya) secara Cuma-Cuma kepada petani swadaya di Tanjung Jabung Barat, karena memang ini menjadi kewajiban kami. Kami dari Pemkab berharap, agar kita semua dapat menyadari bahwa legalitas kebun sawit petani adalah alat untuk membangun performa petani swadaya.” sambut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Kunjungan lapangan, di akhiri dengan berkunjung ke pabrik PT Inti Indosawit Subur. Kunjungan ke Pabrik adalah untuk melihat bagaimana produk petani swadaya di olah di pabrik. Selain berkunjung ke pengolahan TBS hingga menjadi CPO, rombongan juga menyempatkan diri untuk mengunjungi pengolahan POME untuk energy terbarukan.



Tags:

Komentar


Berikan Komentar silahkan Login