Welcome to SETARA JAMBI

Kel Mayang Mangurai Kec Alam Barajo
Jambi-36126
Telepon : 0741 5911449
info@setarajambi.org

09.00–17:00
Senin s/d Jumat

Festival Kampung Berkelanjutan, Desa Sungai Rotan

Lubuk Larangan; Memulihkan Masa Depan Untuk Kehidupan Berkelanjutan

Sungai merupakan denyut nadi kehidupan, sebagai sumber air bersih, sarana transportasi, tempat berkembang-biaknya ikan sebagai sumber protein. Beraneka ragam hayati yang tumbuh disepanjang sungai berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Sungai dan manusia adalah dua saling keterhubungan tak terpisahkan selama kehidupan berlansung, karena itu manusia dan sungai sejatinya saling memberi dan saling saling menjaga sepanjang masa. Manusia yang hidup disekitarnya dapat mengambil manfaat yang terkandung pada sungai beserta isinya untuk menunjang kehidupan, sungai memberikan manfaat sepanjang manusia menjaga keberadaannya dengan baik. Sebaliknya jika manusia hanya mengambil manfaat tanpa menjaganya, maka niscaya sungaipun akan rusak dan akan memberikan dampak kesulitan bagi kehidupan, seperti banjir, kering, kotor, ikan-ikan punah dan ekosistem hancur.

Tiga desa di Kecamatan Renah Mendaluh telah terbangun inisatif bersama untuk pengelolaan kebun kelapa sawit berkelanjutan dengan menerapkan standar prinsip dan kriteria minyak sawit berkelanjutan RSPO. Dimana pengelolaan kelapa sawit tidak hanya memperhatikan aspek pendapatan ekonomi, akan tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Di Desa Sungai Rotan telah menetapkan pengeleolaan lubuk larangan pada bulan Agustus tahun 2015 lalu dengan kesepakatan menabur benih ikan, merawat sungai dan tidak mengambil ikan selama waktu yang ditetapkan (panen/membuka lubuk hanya dilakukan 1 kali dalam 3 tahun).

Inisiatif ini berangkat dari kesadaran masyarakat Desa Sungai Rotan untuk kembali menjaga sungai karena melihat tingginya aktivitas kehidupan masyarakat yang berdampak pada pencemaran sungai  dan berkurangnya jumlah dan jenis ikan.

Kesadaran akan pentingnya menjaga fungsi sungai sebagai sumber air bersih, media transportasi dan yang tak kalah pentingnya adalah tempat berkembang biaknya beragam jenis ikan endemic  menjadi dasar fikiran munculnya inisiatif di beberapa desa di Kecamatan Renah Mendaluh kabupaten Tanjung-Jabung Barat untuk menjaga kelestarian ekosistem Sungai Pengabuan dengan tujuan agar fungsi dan manfaat sungai dapat terus dinikmati hingga anak cucu dimasa akan datang. Terdapat empat desa di Kecamatan Renah Mendaluh yang telah menetapkan lubuk larangan yaitu Desa Sungai Rotan, Pulau Pauh dan Rantau Benar.

lubuk larangan bermakna menjaga kebersihan sungai dan tidak mengambil ikan sampai dengan waktu yang ditetapkan, Desa Sungai Rotan menetapkan membuka atau panen lubuk larangan hanya dua tahun satu kali, pada pelaksanaan panen dilakukan secara bersama-sama atau bergotong-royong oleh seluruh masyarakat desa dengan ketentuan tata cara yang disepakati, tidak ada penggunaan bahan kimia, tidak mengambil ikan yang masih kecil, setiap warga diperbolehkan mengambil dan membawa ikan secukupnya untuk konsumsi keluarga.

Acara panen lubuk larangan yang dikemas dalam bentuk kegiatan Festival Kampung Berkelanjutan yang melibatkan semua kelompok masyarakat dilakukan selama dua hari yaitu pada Hari Rabu-Kamis, tanggal 26-27 September 2019.

Moment panen atau membuka lubuk larangan adalah moment yang paling di tunggu semua warga masyarakat, dengan beragam rangkaian lomba menjadi kegiatan menyenangkan yang dinikmati warga Desa Sungai Rotan dan desa-desa lain di sekitarya. Seperti lomba mancing ikan, nembak ikan secara tradisional, lomba masak ikan bagi ibu-ibu dan lomba mewarnai gambar ikan oleh anak-anak. Selain perlombaan acara yang paling menyenangkan yang dikuti oleh hampir semua warga masyarakat adalah turun mengambil ikan kesungai dan makan siang bersama dengan menu ikan segar yang ditangkap sendiri dan langsung di bakar dan dinikmati bersama-sama.

“Acara ini dilaksanakan secara swadaya dan dibantu Yayasan Setara Jambi, ini adalah acara yang dinanti-nantikan oleh seluruh warga Desa Sungai Rotan, bahkan desa-desa sekitarnya,  sejak satu minggu lalu kami berkumpul gotong-royong mempersiapkan acara ini, semua warga bergembira menyambut panen lubuk larangan ini,” ujar Aswin selaku ketua panitia.

Camat Renah Mendaluh, hadir menyampaikan sambutan dan membuka acara, kami menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Sungai Rotan yang telah melakukan upaya perlindungan dan penjagaan Sungai Pengabuan agar tetap lestari, ada tiga desa yang telah mengelola lubuk larangan di Kecamatan Renah Mendaluh, semoga inisiatif baik ini dapat dilakukan oleh semua masyarakat desa-desa lain agar kita dapat menjaga aliran Sungai Pengabuan dari hulu hingga hilir.  Bambang Hermanto SE.

Pada moment ini juga dilakukan diskusi bersama oleh perangkat Desa Sungai Rotan, Desa Pulau Pauh dan Desa Rantau Benar tentang rencana penyusunan Peraturan Desa tentang pengelolaan Lubuk larangan. Ketiga Kepala Desa bersepakat untuk menyusun PERDES pengelolaan dan perlindungan Sungai Pengabuan secara bersama-sama dalam satu kekuatan hukum yaitu Peraturan Bersama Tiga Desa.

Kades Sungai Rotan Pak Saudi menyampaikan harapannya agar semua warga dapat terus menjaga persatuan untuk tetap menjaga kelestarian Sungai pengabuan hingga tahun-tahun mendatang, panen hari ini telah kita lihat hasil usaha kita menjaga sungai ini selama 3 tahun.  Semoga kedepan bisa lebih baik lagi.


Leave a Comment