Copyright 2017 - Custom text here

 

Desa Sungai Rotan merupakan salah satu desa dari kecamatan Renah Mendaluh Kabupaten Tanjung Jabung Barat

yang terletak di antara pinggiran aliran sungai Pengabuan dan sungai Nelang. Perjalanan dari Kota Jambi menuju desa tersebut menempuh 4 jam perjalanan dengan situasi jalan yang berkerikil dan berlobang. Desa Sungai rotan yang juga merupakan salah satu desa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terdaftar dalam sertifikasi RSPO ini sangat antusias sekali dalam pengadaan Lubuk Larangan ini, yang mana masyarakat sudah mulai mengenal apa yang dimaksud dengan suatu areal atau lokasi yang memiliki nilai-nilai pada prinsip dan criteria RSPO tentang Nilai Konservasi Tinggi, tidak hanya mempersiapkan diri namun masyarakat telah mengimplematasikan prinsip ini langsung dan mengambil langkah antisipasi bahwa diwilayah mereka terdapat sumber daya alam yang perlu di jaga dan dilestarikan dengan membuat Lubuk Larangan. “Sungaiku Jernih, Ikanku Banyak” sebagai moto masyarakat sungai rotan dalam menyelamatkan sungai batang pengabuan.

Di rujuk pada Rembuk Desa tanggal 06 September 2015 di Kantor Desa bahwa masyarakat Desa Sungai Rotan sepakat untuk membentuk/membuat Lubuk Larangan disungai mereka. Berawal dari kegiatan Lomba Tembak Ikan dalam perayaan hari Kemerdekaan RI pada tanggal 15 Agustus 2015 tercetuslah ide tersebut.

Pada tanggal 23 November 2015 telah dilaksanakannya pembukaan Lubuk Larangan di Sungai Batang pengabuan Desa Sungai Rotan, pada pukul 09.00-13.00 Wib pembukaan berlangsung dengan lancar dan ramai dihadiri beberapa desa tetangga dan masyarakat setempat, hingga tidak hanya masyarakat local saja yang memenuhi tanah lapang kebun kelapa sawit tersebut tetapi juga para tokoh masyarakat, para undangan dari kecamatan, kepala desa, kapolsek merlung dan team Setara Jambi serta anak-anak sekolah (SMP dan SD) yang juga ikut serta meramiakan acara ini. Dan dapat diberikan apresiasi karena ini adalah suatu yang pertama bagi masyarakat se-kecamatan Renah Mendaluh.       

Sungguh menarik sekali, dukungan yang begitu besar dari masyarakat dan pemerintah pada moment ini. Ada 9000 bibit ikan yang disumbangkan, yaitu 5000 Ikan Semah dari Perikanan dan Kelautan Provinsi, 1000 Ikan Nila dan 1000 Ikan Lele dari Yayasan Setara Jambi, 2000 Ikan Nila dan Lele dari Masyarakat Sungai Rotan. Dan akan disusul 2000 Ikan Gurami dari masyarakat, pemuda dan PBD. 

 

 Penyebaran bibit ikan dalam penetapan Lubuk Larangan

Dengan hal ini desa sungai rotan mengundang “Pawang” sebagai pemandu pembukaan lubuk larangan ini, ada 3 orang pawang yang sengaja di undang dari sumatera barat. Batas sungai sesuai ketentuan di bagian ilir (Pulau Kincir Air) dan bagian ulu (jamban / jembatan betok Muara Ilir, Muara Delang), dengan ritual yang dilakukan oleh 3 pawang ini pemasangan batas selesai sebelum waktu zuhur. “Kami ini bukan lah orang pintar, bukan lah orang pandai, bukan lah dukun atau sebutan lainnya, kami hanya sebagai pemandu untuk lubuk larangan ini, hanya dasar hukum agama, yang ketentuannya Iman dan tauhid” “Apa ketentuan  dari lubuk larangan ini adalah kesepakatan” Uraian penyampaian yang disampaikan oleh salah satu pawang dengan dari sumatera barat.

 

 Pancang Batas Lubuk Larangan

Sebelum pemancangan batas, masyarakat serta undangan yang hadir bersama-sama membacakan surat yasin dan berdoa bersama kemudian bibit ikan dilepas dibatang sungai yang disaksikan semua masyarakat. Penanda batas dibutuhkan kain putih dan kemenyan. Yang mana artinya adalah kain putih melambangkan kesucian kita bersama dan kemenyan yang melambangkan asap yang terbang keatas sebagai penyampaian doa.

Oleh : Febriana Adriyani “Gie”

             

            

 

 

 

 

 

 

Partner SETARA

 

 

 

Yayasan SETARA Jambi

Vila Bukit Mayang Komplek Kehutanan Blok F No 13

Kelurahan Mayang Mengurai Kecamatan Alam Barajo

Jambi-36126 0741-5911449

 

Pengunjung SETARA