Copyright 2017 - Custom text here

Sans MS'; mso-bidi-font-family: 'Courier New';">berkomitmen memperluas jangkauan sertifikasi sustainability pada petani swadaya di Jambi

Komitmen untuk memperluas jangkauan sertifikasi sustainability pada petani kecil (Swadaya) baik itu melalui mekanisme ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) dan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) disampaikan oleh Kepala Dinas perkebunan Propinsi Jambi, pak Budidaya kepada awak media nasional yang hadir dalam diskusi di kantor Dinas Perkebunan tanggal 26 Mei 2016 lalu. Diskusi ini tidak hanya dihadiri oleh RSPO dan media nasional,

tapi juga dihadiri pula oleh pak Herdrajat Natawidjaya Kepala Sekretariat ISPO, Joko Arif dari INOBU dan perwakilan Asian Agri Jakarta.

Dalam isu sustainability, Jambi telah berkontribusi terhadap produksi minyak sawit yang bersertifikat sustainability di dunia. Dalam catatan RSPO, hingga April 2016, propinsi Jambi berkontribusi sebesar 58.881 Ha, dengan total produksi  CPO bersertifikat sebesar 232.192 ton, dengan 53.094 ton PKO bersertifikat. Produksi minyak sawit bersertifikat RSPO di propinsi Jambi itu berasal dari 8 perusahaan dari 4 group (Bakrie, Asian Agri, Brahma Bina Bhakti dan Sime Darby) termasuk petani plasma, dan petani swadaya Gapoktan Tanjung Sehati. Tidak hanya berkontribusi terhadap produksi minyak sawit bersertifikat RSPO Jambi juga berkontribusi sebesar 3.073 Ha areal yang tersimpan untuk HCV dalam perkebunan kelapa sawit.

Kontribusi Jambi memang tidaklah besar, jika dibandingkan dengan total  areal yang bersertifikat di dunia yang mencapai  3,49 juta Ha dengan produksi sebesar 12,90 juta ton minyak sawit bersertifikat RSPO.

Meskipun kecil, tapi tentu saja, propinsi Jambi patut berbangga, karena propinsi Jambi termasuk wilayah yang berhasil memproduksi minyak sawit bersertifikat RSPO yang diproduksi oleh petani swadaya. Adalah Gapoktan Tanjung Sehati Merangin yang didampingi oleh Yayasan SETARA Jambi telah berhasil dalam mempraktekkan RSPO dan telah mendapatkan sertifikat RSPO tahun 2014 lalu. Selanjutnya SETARA Jambi saat ini sedang menggagas 1 organisasi petani swdaya lagi  di Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk mendapatkan sertifikat RSPO.

Dengan komitmen semua pihak, baik itu pemerintah dalam hal ini Dinas Perkebunan, ISPO, RSPO, perusahaan, NGO/LSM, dan petani-petani swadaya, maka tidak mustahil jika kedepan, propinsi Jambi menjadi contributor terbesar produksi minyak sawit berkelanjutan di Indonesia dan diharapkan menjadi contributor terbesar untuk produksi minyak sawit bersertifikat dari petani swadaya.

Kepala Dinas Perkebunan propinsi Jambi, di damping oleh Komisi ISPO pak Herdrajad dan Direktur RSPO ibu Tiur Rumondang.

Joko Arif, Managing Director INOBU hadir untuk berbagi pengalaman kerja sama dengan Pemkab Seruyan kalteng dalam promosi minyak sawit berkelanjutan.

Foto bersama tim RSPO, Dinas perkebunan propinsi Jambi, Yayasan SETARA dan Asian Agri

 

 

 

Partner SETARA

 

 

 

Yayasan SETARA Jambi

Vila Bukit Mayang Komplek Kehutanan Blok F No 13

Kelurahan Mayang Mengurai Kecamatan Alam Barajo

Jambi-36126 0741-5911449

 

Pengunjung SETARA