Copyright 2018 - Custom text here

Desa menyimpan banyak sekali potensi sumber daya alam yang menjadi sumber penghidupan utama bagi seluruh masyarakat desa. Mayoritas masyarakat desa

menyandarkan penghidupannya sebagai petani yang mengembangkan banyak ragam jenis tanaman pertanian, perkebunan maupun memanfaatkan tanaman hutan.

Meskipun sebagian besar petani menjual hasil pertanian secara langsung (bahan mentah) yang disebut dengan agribisnis primer, akan tetapi sebagian petani sudah mulai mengembangkan diri sebagai agribisnis skunder, yaitu petani yang tidak hanya menjual langsung hasil pertaniannya akan tetapi mengolahnya menjadi menjadi produk olahan, misalnya produk kripik ubi, keripik pisang, kue-kue dll. Akan tetapi karena usaha kecil tersebut dianggap sebagai kegiatan sampingan atau sekedar tambahan pendapatan saja, sehingga kegiatan usaha yang dilakukanpun sangat seadanya, tanpa perencanaan usaha dan pemasaran yang berkelanjutan.

 

 Salah satu contoh kasus misalnya, pengrajin menghitung modal usahanya hanya dari biaya berupa uang yang dikeluarkan selama produksi, akan tetapi tidak menghitung bahan baku yang digunakan yang merupakan hasil dari kebun sendiri, mengolah produk tanpa terlebih dahulu menilai potensi pasar, menghentikan usahanya ketika tidak ada permintaan. Padahal bisa saja usaha tersebut dapat meningkatkan pendapatan secara optimal jika dilakukan managemen usaha yang tepat. 

Oleh karena itu Yayasan Setara bersama dengan lebaga jaringannya melakukan kegiatan pelatihan pengembangan bisnis kecil untuk kelompok usaha yang ada dibeberapa desa dampingannya. Kegiatan dilaksanakan di Bukittinggi Sumatera Barat pada tanggal 4-7 Desember 2017. yang diikuti oleh 20 orang petani/pengrajin dan 9 orang pendamping (NGO) yang berasal Jambi, Riau, Sumbar, Sumsel, Kalbar, Kalteng danTernate, kegiatan dipandu oleh 2 orang trainers yaitu Ibu Merry Tobing dari NTFP (Non Timber Forest Product) dan Bapak Tjahya Muhandri (Dosen Faklutas Tekhnologi Hasil Pertanian IPB).

Proses pelatihan dilakukan secara partisipatif dengan menjadikan usaha peserta sebagai contoh kasus dalam pengembangan materinya yang dilanjutkan dengan kunjugan ke rumah-rumah produksi  dan usaha kecil yang telah melakukan managemen yang tepat, lalu esoknya dilakukan review bersama untuk membangun kesadaran dan merekonstruksi cara berpikir bahwa kemauan petani merupakan modal utama untuk meraih mimpi sebagai agribisnis skunder yang sukses, karena SDA masih banyak tersedia, maka yang dibutuhkan selanjuntya adalah membangun cara berpikir –petani pengusaha-.

Selain untuk membangun skill, pelatihan pengembangan bisnis kecil harapannya juga menjadi awal untuk membangun pembelajaran dan saling keterhubugan antar komunitas untuk saling mendukung baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan mengoptimalkan penggunaakan tekhnologi informasi misalnya media sosial.     

 

 

Partner SETARA

 

 

 

Yayasan SETARA Jambi

Vila Bukit Mayang Komplek Kehutanan Blok F No 13

Kelurahan Mayang Mengurai Kecamatan Alam Barajo

Jambi-36126 0741-5911449

 

Pengunjung SETARA