Copyright 2017 - Custom text here

“Sebuah inovasi untuk peningkatan pendapatan petani swadaya di Jambi”

 “Memiliki lahan yang pas-pasan dengan ditanami kelapa sawit membuat Bapak Arjoni untuk terus berfikir dan terus mencoba mempraktekkan tumpang sari untuk tanaman kehidupan dikebun kelapa sawit milik nya”

Sawit yang selama ini dianggap sebagai tanaman yang rakus akan unsur hara tanah dan tidak bisa ditumpang sarikan dengan tanaman kehidupan lainnya saat ini bisa terbantahkan, hal ini langsung di praktekkan oleh Bapak Arjoni salah seorang petani yang tinggal di wilayah SP1 Desa Karya Mukti Kec.Maro Sebo Ulu Kab.Batanghari-Jambi.

Bapak Arjoni melakukan uji coba tumpang sari lada pada seluruh batang kelapa sawit miliknya, uji coba Bapak Arjoni ini dinilai oleh banyak petani lainnya didesa karya mukti suatu pekerjaan yang aneh dan pasti akan mendapatkan hasil yang sia-sia dia juga mendapaatkan cemoohan dari uji coba tumpang sari tersebut, walaupun dapat cemoohan Bapak Arjoni terus melakukan uji coba tumpang sari lada di batang sawit tersebut.

Dengan berbekal pengalaman terkait budidaya lada dari kampung halamannya di lampung, Bapak Arjoni mulai mencoba menanam lada pada tahun 2013 dikebun kelapa sawit miliknya yang luasnya hanya 2 Ha dengan jumlah pokok sawit sebanyak 256 Batang,  terkait bibit Bapak Arjoni melakukan sendiri pembibitan lada di perkarangan rumahnya, setelah layak ditanam baru dipindahkannya ke kebun sawit miliknya, dengan modal keyakinan pada maret 2015 Bapak Arjoni mulai memetik hasil lada yang ditaniminya disekeliling batang kelapa sawit hasil, panen perdana Bapak Arjoni sebanyak 50Kg dari 50 batang kelapa sawit yang ditanami lada, pada September 2015 Bapak Arjoni menikmati hasil panen raya dari tanaman lada miliknya sebanyak 150Kg, hasil panen tersebut dia jual ke Pasar PU KM 5  Muara tembesi Kab.Batanghari-Jambi dengan harga Rp.190.000,-/Kg lada kering.

Menurut Bapak arjoni tanaman lada dalam 1 tahun bisa 2x Panen(Panen Raya dan panen selingan) hasil dari panen selingan bisa mencapai 25% dari hasil  panen raya,  “Lada yang saya tanam di kebun sawit milik saya tidak pernah saya pupuk yang saya pupuk adalah batang sawit nya, tanaman lada menurut saya tidak menganggu produktifitas hasil sawit dan semenjak ditanam lada tidak pernah lagi TBS saya dimakan tikus mungkin dikarenakan tanaman lada yang memiliki aroma dan rasa yang pedas sehingga tikus tidak mau mendekatinya dan ini bisa menjadi tanaman untuk anti hama tikus. Ungkap Bapak Arjoni”

Dalam penanaman lada yang dilakukan Bapak Arjoni di kebun kelapa sawit miliknya, di setiap batang/Pokok sawit dibuatnya 8 lubang bibit yang mengelilingi Batang sawit,  disetiap lubang ditanaminya 3 batang lada.

Disamping menanam lada pak arjoni juga pernah mencoba menanam coklat di sela-sela batang kelapa sawit miliknya, namun menurut Bapak Arjoni tanaman coklat terlalu banyak musuhnya, buah coklat tidak pernah dapat dipanen maksimal karena terlebih dahulu dimakan tikus, monyet dan tupai.  Saat ini Bapak arjoni juga mencoba untuk menanam cengkeh dikebun sawit miliknya, ada 200 batang cengkeh yang ditanaminya, saat ini umur cengkeh baru 6 bulan dan belum menghasilkan.

 

Adhe Ferdiansyah

 

 

 

 

 

 

 

Partner SETARA

 

 

 

Yayasan SETARA Jambi

Vila Bukit Mayang Komplek Kehutanan Blok F No 13

Kelurahan Mayang Mengurai Kecamatan Alam Barajo

Jambi-36126 0741-5911449

 

Pengunjung SETARA