FIELD DAY BERSAMA GYGA PROJECT, SETARA JAMBI DAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA SUNGAI ROTAN – MERLUNG

By Yonna Ferdiansyah 10 Mar 2020, 14:02:14 WIB Inovasi Setara
FIELD DAY BERSAMA GYGA PROJECT, SETARA JAMBI DAN PETANI KELAPA SAWIT  DI DESA SUNGAI ROTAN – MERLUNG

Petani kelapa sawit di Desa Sungai Rotan mengikuti kegiatan Field Day yang diadakan di Desa Sungai Rotan pada tanggal 11 Februari 2020. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Setara Jambi dan GYGA Project ini dihadiri lebih dari 170 orang yang terdiri dari petani kelapa sawit, perangkat desa, Kepala Kecamatan Renah Mendaluh, Babinsa, Babinkantibmas dan masyarakat sekitar.


Baca Lainnya :

Global Yield Gap Atlas (GYGA)-Indonesian Oil Palm merupakan proyek internasional yang diinisiasi oleh para peneliti dari University of Nebraska-Lincoln (UNL) dan Wageningen University, Universitas Nebraska Lincoln, Universitas Wageningen, Universitas Indonesia, Yayasan Setara Jambi, PPKS dan ISRI. Proyek dilakukan di 6 provinsi, yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Fokus GYGA Project adalah mengidentifikasi penyebab utama gap produktivitas di kebun sawit rakyat sekaligus mencetuskan solusi atas permasalahan tersebut. Sudah mulai melakukan, yaitu pengumpulan data-data kebun petani, dari 200 petani kebun rakyat swadaya, memetakan lokasi kebun milik petani, mencatat aktivitas kebun seperti pemanenan dan penyemprotan tiap bulannya. Bahkan juga melakukan uji sampel tanah, daun dan batang.

Nurbaya Zulhakim juga menjelaskan saat pembukaan acara Field Day, bahwa Pada Maret 2019 tim GYGA bersama PPKS telah menganalisis adanya kesenjangan produktivitas di perkebunan kelapa sawit. Dari analisis tersebut diperoleh bahwa perbedaan antara pekebun swadaya dan perusahaan mengalami kesenjangan produktivitas sebesar 47%.

“Melalui Gyga Project ini dan juga kawan-kawan Setara yang ada, harapannya bakal bisa nemukan solusi biar hasil produksi sawit bapak dan ibu bisa meningkat. Banyak sekali pembelajaran kedepannya yang bisa kita dapat. Terutama untuk hari ini, bapak dan ibu bisa bertanya apa saja kendala dilapangan kepada Bapak Hendra. Beliau sudah sangat ngelotok´ilmu sawitnyaungkap Baya.

Di kegiatan ini, peserta akan terbagi menjadi 4 grup yang akan secara bergantian mengikuti kelas di setiap stasiun yang berbeda. Di Stasiun A & B diisi oleh narasumber yaitu Pak Hendra dan Pak Chris dari Malaysia. Pada kelas ini, peserta dijelaskan mengenai proses perkembangan bunga jantan dan betina, pertumbuhan pelepah hingga menjadi bakal buah dan pengetahuan mengenai budidaya kelapa sawit yang baik. Diakhir pemaparan materi, narasumber akan melontarkan 3 pertanyaan yang mana tiap peserta yang mampu menjawab akan langsung mendapat hadiah yang telah disiapkan.

Sedangkan di Stasiun C dan D, digunakan untuk arena permainan. Peserta dituntut untuk menebak beberapa berat tandan sawit secara benar dan melakukan games pesan berantai. Setiap peserta sangat antusias dan tertarik mengikuti kegiatan di setiap stasiun. Setiap pemenang di stasiun ini juga mendapatkan hadiah yang menarik.

Pak Bambang selaku Kepala Camat Renah Mendaluh dan Pak Zaudi selaku Kepala Desa Sungai Rotan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan. “Terimakasih kepada Yayasan Setara, Tim Peneliti Gyga Nebraska dan panitia lokal yang berhasil mengadakan Field Day hari ini. Semoga kedepannya dapat memberikan hasil yang baik kepada kita semua,”ungkap Bapak Zaudi.


Field Day merupakan agenda rutin yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun oleh Gyga Project.  Di bulan Juli 2020 akan kembali diadakan dengan tema pemupukan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment