header-int

Yayasan Setara Jambi Launching Jaladisbunak

Jumat, 06 Des 2019, 22:25:06 WIB - 70 View
Share
Yayasan Setara Jambi Launching Jaladisbunak

Aplikasi Android Percepatan Penerbitan STDB di Jambi


BEKERJA SAMA dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Yayasan Setara Jambi memperkenalkan aplikasi berbasis android yang bernama Jaladisbunak.

Launching Jaladisbunak dilakukan bertepatan dengan acara pembukaan Training of Trainers ISPO dan RSPO petani swadaya, di Hotel Abadi, Selasa (26/11).

Acara tersebut dihadiri Direktur PPHP Dirjenbun Kementan RI, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten dan 65 anggota FASDA dan penyuluh dari 5 kabupaten.

Aplikasi JALADISBUNAK ini diciptakan bertujuan untuk membantu percepatan penerbitan STDB ( Surat Tanda Daftar Budidaya) yang diwajibkan oleh pemerintah melalui Permentan RI Nomor 98/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Izin Usaha Perkebunan.

"Beberapa penjelasan peraturan ini menegaskan bahwa STDB merupakan Surat Tanda Daftar yang harus dimiliki oleh petani, jika Surat Hak Milik (SHM) merupakan surat legalitas atas lahan/tanah milik petani dan STDB merupakan surat legalitas atas kebun/tanaman di atas lahan tersebut," kata Prawiko Eriyadi yang merupakan Tim IT Yayasan Setara Jambi.

STDB ini dikeluarkan sebagai upaya pembangunan satu data perkebunan, dan saat ini STDB mulai diimpelementasikan pada perkebunan kelapa sawit.

"Karena menjadi bagian dari legalitas yang diwajibkan oleh pemerintah, maka standar sawit berkelanjutan pun menjadikan dokumen ini sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh petani kelapa sawit yang ada di Indonesia. Dan saat ini, Jambi menjadi salah satu daerah yang merintis percepatan penerbitan STDB, khususnya bagi petani swadaya," tutur Prawiko.

Jambi juga menjadi wilayah prioritas program rintisan ISPO petani swadaya dan pelaksanaan PSR (Peremajaan Sawit Rakyat).

Jambi juga merupakan provinsi ke dua yang mendapatkan sertifikasi RSPO di Indonesia, dipastikan bahwa semua program pemberdayaan petani swadaya ini membutuhkan SDTB sebagai syarat dalam pelaksanaannya.

"Oleh karena itu, Yayasan Setara berupaya mendukung pemerintah dalam proses percepatan penerbitan STDB di Provinsi Jambi dengan cara sosialisasi kepada petani, membantu petani khususnya divwilayah kerja program dalam menyiapkan dokumen pengajuan pendaftaran STDB," tambahnya.

Selain itu, Yayasan Setara membangun aplikasi penerbitan STDB berbasis android yang berisi fitur pendataan petani sesuai dengan format data STDB.

"Dengan menggunakan android, tim (bisa penyuluh, bisa ketua kelompok bahkan bisa juga petani) dapat melakukan pendataan petani dan kebunnya di lapangan, lalu data tersimpan di server, staf dinas yang bertugas pada proses penerbitan dapat mengolah data lapangan menjadi STDB, Kebutuhan dan proses berbasis tekhnologi ini telah disesuaikan dengan format data STDB," jelas Prawiko dalam penyampaiannya kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Ir Agus Rizal MM, mengatakan sebagai awal, atau tepatnya sebagai percontohan, aplikasi ini dibuat dan akan digunakan di Kabupaten Tanjung-Jabung Barat melalui Dinas Perkebunan dan Dinas Pelayanan Satu Pintu.

"Dan masih membuka ruang dan masukan, tentu tidak menutup kemungkinan bagi kabupaten-kabupaten lain untuk turut serta menggunakan aplikasi serupa," ucapnya.

"Semoga dengan JALADISBUNAK ini akan membantu pihak pemerintah dalam percepatan penerbitan STDB khususnya bagi petani swadaya, " harap Agus Rizal.

“Ini adalah jaringan laba-laba yang kedua yang dibangun oleh Setara untuk mendukung upaya satu data perkebunan, sebelumnya ada JALASETARA yang mendata asal usul TBS petani, apakah kebunnya berada di APL dan menjual ke PKS apa. Nah, dengan JALADISBUNAK ini, semoga dapat membantu kendala-kendala pemerintah di lapangan dalam menerbitkan STDB, karena STDB ini tujuannya adalah baik, sehingga kita harus membuatnya lebih muda, apalagi ini untuk kebaikan petani," pungkas Agus Rizal.

Pada waktu yang sama, Direktur PPHP Dirjenbun Kementan RI, Ir Dedi Djunaedi MSc, menyambut baik peluncuran Jaladisbunak tersebut.

“Terimakasih Tanjabbar, inisiasi mengadakan STDB keliling sangat bagus, hanya saja perlu ditinjau kembali pengurusan STDB mengacu ke PP 24 yang mengharuskan melalui PTSP karena itu jadi menghambat, seharusnya petani mudah mendapatkan STDB ini malah tidak bisa dapat karena berat syaratnya," pesannya.

Dengan Disbun menggunakan STDB berbasis android untuk petani, petani bisa melakukan pemetaaan partisipatif. "Yang jelas kita memastikan database ini pak, kalau sudah spasial kan mudah," kata Dedi.

Yayasan Setara merupakan NGO yang berdiri sejak 2007. NGO ini concern melakukan kegiatan pemberdayaan petani kecil, salah satunya petani kelapa sawit swadaya.

Direktur Yayasan Setara Jambi, Baya, mengatakan selama ini Setara melakukan serangkaian kegiatan pemberdayaan seperti pemetaan, pelatihan-pelatihan untuk membantu petani dalam upaya meningkatkan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan.

"Setara berkomitmen untuk melakukan kerja-kerja yang sejalan dengan program pemerintah, di antaranya pendataan petani dan pengadaan. Jadi aplikasi Jaladisbunak adalah salah satu upaya mendukung SATU DATA pemerintah, " ujar Baya. (*)

 

Unidha Yayasan Setara Jambi adalah Lembaga Non Pemerintah (NGO) yang berkedudukan di Provinsi Jambi, lembaga ini didirikan pada bulan Mei 2007. Yayasan Setara Jambi terdaftar di Akte Notaris Indra Kurniawan Harahap, SH No.10 Januari 2011, terdaftar di Menteri Hukum dan HAM No. AHU-3568.AH.01.04.tahun 2011.Dalam menjalankan kegiatan, kami mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga donor, yaitu HIVOS, Misereor, Solidaridad, IDH, RSPO serta sumbangan lain yang tidak mengikat.
© 2020 Yayasan Setara Jambi Follow Yayasan Setara Jambi : Facebook Twitter Linked Youtube