header-int

Ternak Bekandang Malam, Umo Bekandang Siang

Jumat, 03 Mei 2019, 10:33:36 WIB - 30 View
Share
Ternak Bekandang Malam, Umo Bekandang Siang

Bersawah dan beternak merupakan dua hal kegiatan yang menjadi aktivitas tahunan dan sekaligus menjadi aktivitas yang dapat memberikan tambahan pendapatan, selain dari menyadap karet bagi masyarakat Desa Terusan dan Desa Pasar Terusan. “Ternak Bekandang Malam, Umo Bekandang Siang” dalam Bahasa Indonesia berarti ternak (kerbau dan kambing) dikandangkan pada waktu malam hari dan Umo berarti (sawah atau padi) di kandang atau dipagar diwaktu siang. Pembagian waktu tersebut harapannya adalah aktivitas bersawah dan beternak keduanya bisa terus dilakukan tanpa harus ada pihak yang dirugikan karena tidak semua yang memiliki sawah itu juga memiliki kerbau begitupun juga sebaliknya yang memiliki ternak belum tentu juga memiliki sawah. Untuk itu pemerintah Desa Pasar Terusan menuangkan peraturan hal tersebut melalui peraturan desa (PERDES) yang mana didalamnya dituangkan aturan terkait kapan waktunya ternak boleh dilepas liarkan dan kapan ternak harus dikandangkan.

Dalam satu tahun yang terdiri dari 12 bulan diatur di dalam PERDES Desa Pasar Terusan dibagi menjadi dua dimana 6 bulan pertama ternak bisa bebas dan dilepas liarkan dan 6 bulan berikutnya pada saat musim bersawah tiba ternak harus dikandangakan terutama pada saat malam hari. Inilah sebenarnya makna inti dari “Ternak Bekandang Malam, Umo Bekandang Siang” apa bila ternak masuk ke Umo/ sawah pada saat malam hari dan kemudian merusak tanaman padi maka sudah pasti itu adalah kesalahan petani pemilik ternak dan pemilik ternak akan dikenakan sanksi sesuai kesepakatan yang berlaku yang dituangkan dalam peraturan desa. Apabila ternak masuk pada saat siang hari dan kemudian merusak tanaman padi artinya kesalahan bukan pada pemilik ternak tetapi kesalahan ada pada pemilik Umo/sawah karena dapat dipastikan Umo tidak dipagar dengan rapat dan baik ataupun tidak dijaga pada siang hari. Sesuai dengan peraturan desa yang telah disepakati si pemilik ternak tidak dikenakan sanksi.

Sawah di Desa Pasar Terusan merupakan sawah dengan system tadah hujan yang hanya bisa melakukan aktifitas bersawah hanya satu kali dalam satu tahun.  Untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga petani maka setelah musim sawah telah usai berternak adalah alternative yang paling tepat yang bisa dilakukan karena beternak di Desa Pasar Terusan tidaklah serumit peternak yang ada dikebanyakan tempat di Pulau Jawa yang harus setiap hari mencari rumput untuk makanan ternak, harus menggembalanya dan harus membuatkan kandangnya. Berternak di desa ini cukup hanya dengan melepas liarkan kerbau atau kambing tersebut karena lingkungan yang masih aman dari pencurian serta rumput masih tumbuh subur dimana-mana juga jerami sisa dari panen padi sawah petani menjadi tempat favorit bagi ternak kerbau dalam mencari makan.

Sloko atau pepatah mengatakan “Ada Padi Serba Menjadi” “Ada Ternak Serba Enak” “Ada Para (karet) Serba Murah” pepatah itulah yang diturunkan oleh nenek moyang dan yang menjadi pedoman masyarakat di Desa Pasar Terus sampai dengan saat ini.

Penulis             : Ginanjar Ari Sasmita

Unidha Yayasan Setara Jambi adalah Lembaga Non Pemerintah (NGO) yang berkedudukan di Provinsi Jambi, lembaga ini didirikan pada bulan Mei 2007. Yayasan Setara Jambi terdaftar di Akte Notaris Indra Kurniawan Harahap, SH No.10 Januari 2011, terdaftar di Menteri Hukum dan HAM No. AHU-3568.AH.01.04.tahun 2011.Dalam menjalankan kegiatan, kami mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga donor, yaitu HIVOS, Misereor, Solidaridad, IDH, RSPO serta sumbangan lain yang tidak mengikat.
© 2019 Yayasan Setara Jambi Follow Yayasan Setara Jambi : Facebook Twitter Linked Youtube