header-int

RUMAH TOGA

Jumat, 26 Apr 2019, 10:11:43 WIB - 91 View
Share
RUMAH TOGA

Tanaman obat keluarga atau kita biasa mengenalnya dengan sebutan TOGA adalah tanaman yang berfungsi sebagai obat yang biasanya di tanam di pekarangan atau halaman rumah. Tanaman ini biasanya dimanfaakan oleh orang – orang sebagai obat tradisional. Selain harganya yang murah, tanaman obat ini juga tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan kita. Berbeda dengan obat – obatan kimia yang terkadang menimbulkan efek samping bagi kesehatan, bahkan tak jarang obat – obatan kimia ini malah bisa menimbulkan penyakit atau bahkan bisa sampai menyebabkan kematian. Pemakain tanaman obat ini sudah mulai dilakukan oleh nenek moyang kita sejak ratusan tahun silam. Kita tahu bahwa zaman dahulu masih belum ada obat – obatan kimia seperti pada zaman sekarang ini. Dahulu ketika orang sakit, mereka menggunakan tanaman obat. Dan hal ini terbukti bahwa umur orang pada zaman dahulu jauh lebih panjang dari umur orang di jaman sekarang ini. Karena orang jaman dahulu tidak mengkonsumsi bahan – bahan kimia yang terkandung dalam obat – obatan kimia. Itulah mengapa Tanaman obat keluarga (toga) lebih sehat dari pada obat – obatan kimia.

Berhubungan dengan TOGA, ada satu keluarga di Kecamatan Bungaraya Kab siak tepatnya di desa buantan lestari, atau yang lebih di kenal dengan Kampung Buantan Lestari. Bernama bapak Kasmijan dan Ibu Nining.  Khusus di Kabupaten Siak  nama Desa di ubah menjadi kampung oleh Bupati Siak H Syamsuar M. Si. Karena rasa penasaran, saya kemudian mehampiri bapak kasmijan yang lagi asik membersihkan rumput rumput di sekitar tanaman toganya,  saya pun mulai bertanya alasan beliau menanam toga. Di situ dia menjelaskan berasal dari pengalaman bapak kasmijan yang ketika itu mencari tanaman kecibeling untuk obat ginjal, dan dia susah untuk mendapatkan jenis tanaman itu. Sehingga butuh beberapa hari untuk bisa mendapatkannya. Dari situlah  beliau mulai berfikir akan pentingnya tanaman toga sebagai obat herbal. Seiring dengan berjalannya waktu bapak kasmijan pun terus mencari macam macam tanaman herbal yang bisa di gunakan untuk pengobatan yang bisa di katakan ramah kantong, asal mau dengan rutin mengkonsumsinya makan kesehatan atau kesembuhan yang alami akan di rasakan. Hingga kini TOGA di sekitar halaman rumahnya sudah ada sekitar 50 jenis, yang mana beliau masih terus mengembangkan atau menambah koleksi tanaman toganya di sekitar pekarangan rumah. Dan berkat kerajinan serta keinginan beliau untuk terus Bertoga, tak jarang masyarakat sekitar pun banyak yang berkunjung ke rumah bapak kasmijan untuk mencari obat herbal yang ada di halaman rumahnya. walaupun banyak di antara yang datang itu haya dengan kata terima kasih yang terucap dari masyarakat yang meminta toga miliknya, tetapi pak kasmijan merasa sangat senang bisa membantu masyarakat sekitar.

Peran Ibu nining selaku Ibu rumah tangga adalah yang merawat semua tanaman toganya.  Beliau dengan rajin menyiram pagi dan sore semua tanaman toga miliknya. Dia selaku ibu rumah tangga sangat mendukung akan hal yang di lakukan oleh  suaminya. Berkat kerajinan dari keduanya lah tanaman toga di rumahnya tumbuh subur dan berkembang. Sehingga sudah menjadi rahasia umum bahwa rumah beliau di juluki dengan rumah toga. Dan pada bulan maret 2019 ini ibu Nining mendapat undangan dalam acara perlombaan toga tingkat Kecamatan, karena ibu Nining juga di Kampung Buantan Lestari merupakan salah satu  Kader Ibu ibu PKK.

Adapun Jenis jenis tanaman  TOGAnya sebagai berikut :

  1. Ketepeng Cina (senna alata)
  2. Sirih Hijau (piper betle, linn)
  3. Bunga Katarak (laorentia longiflora)
  4. Katuk (sauropus androgynus)
  5. Dlingo (acorus calamus)
  6. Beluntas (pluchea indica)
  7. Kumis Kucing (orthosiphon aristatus)
  8. Sirih Cina (peperomia pellucida)
  9. Kecibeling (strobilanthes crispa)
  10.  Sambung Nyawa (gynura procumbens)
  11.  Kenikir (cosmos caudatus)
  12.  Sirih Merah (piper ornatum)
  13.  Bengle (zingiber montanum)
  14.  Ciplukan (physalis angulata)
  15.  Bangun Bangun (coleus amboinicius lour)
  16.  Lampes (ocimun sanctum l)
  17.  Patah Tulang (euphorbiatirucalli)
  18.  Alang Alang (imperata cylindrica)
  19.  Seledri (apium graveolens)
  20.  Mahkota dewa (phaleria macrocarpa)
  21.  Rimbang ( salanum feerogium jacq)
  22.  Pepaya ( carica papaya)
  23.  Jeruk kasturi ( citrus madurensis lour)
  24.  Kencur (kuempferia galangal)
  25.  Binahong (anredera corfifolia)
  26.  Kemangi (ocimum sanctum)
  27.  Jambu biji (psidium guajava)
  28.  Gingseng (panax)
  29.  Bawang dayak ( eleutherine bulbosa)
  30.  Salam (syzygium polyanthum)
  31.  Jeruk purut ( citrus hystricx)
  32.  Lengkuas (alpina galangal)
  33.  Bratawali ( tinospora cordifolia)
  34.  Kelor ( morinnga oliefera)
  35.  Mengkudu ( morinda citrifolia)
  36.  Tapak liman ( elephantopus scabei)
  37.  Kunyit kuning ( curcuma longa)
  38.  Sambiloto ( andrographis paniculata)
  39.  Jahe merah ( zingiber officinale var rubrum rhizoma)
  40.  Lidah buaya ( aloe vera)
  41.  Temu ireng ( curcuma aeruginosa)
  42.  Temu kunci ( boesenbergia rotunda)
  43.  Daun mint ( mentha codifolia)
  44.  Temu putih ( curcuma zedoaria)
  45.  Temu lawak ( curcuma zanthorriza)
  46.  Lidah mertua ( sanseveria)
  47.  Jahe putih ( zingiber officinale)
  48.  Jarak ( ricinus communis)
  49.  Kunyit putih ( curcuma longa)
  50.  Senduduk ( melastoma malabathricum)

 

Dokumentasi rumah toga pak kasmijan  

        

                                                               

Unidha Yayasan Setara Jambi adalah Lembaga Non Pemerintah (NGO) yang berkedudukan di Provinsi Jambi, lembaga ini didirikan pada bulan Mei 2007. Yayasan Setara Jambi terdaftar di Akte Notaris Indra Kurniawan Harahap, SH No.10 Januari 2011, terdaftar di Menteri Hukum dan HAM No. AHU-3568.AH.01.04.tahun 2011.Dalam menjalankan kegiatan, kami mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga donor, yaitu HIVOS, Misereor, Solidaridad, IDH, RSPO serta sumbangan lain yang tidak mengikat.
© 2019 Yayasan Setara Jambi Follow Yayasan Setara Jambi : Facebook Twitter Linked Youtube