header-int

Aplikasi JALA Setara menjadi penyedia data petani swadaya di propinsi Jambi

Jumat, 26 Apr 2019, 10:06:26 WIB - 470 View
Share
Aplikasi JALA Setara menjadi penyedia data petani swadaya di propinsi Jambi

Aplikasi JALA Setara yang dibangun oleh tim Yayasan Setara Jambi pada tahun 2016 lalu ini kini makin ekspand, dimana hingga tahun 2019 telah tersimpan sekitar 14.000 data petani swadaya kelapa sawit yang tersebar di Jambi, Riau dan Sumatera Utara. Data ini dikelola oleh Yayasan Setara Jambi untuk membangun strategi pendampingan untuk petani swadaya, juga mendorong pihak lain untuk terlibat dalam mendukung dan membantu petani swadaya mengatasi problem-problem utama yang dihadapi dilapangan.

Petani swadaya adalah petani yang sangat jauh dari intervensi, baik dari perusahaan maupun dari pemerintah. Tak heran hingga saat ini petani swadaya menjadi pihak yang paling tepat untuk melekatkan cap perusak lingkungan dan bahkan sebagai perusak hutan. Namun jika kita melihat lebih jauh, sesungguhnya ada persoalan mendasar yang melatar belakangi kenapa petani swadaya jauh dari jangkauan semua pihak. Beberapa hal tersebut adalah :

  1. Petani swadaya bersih dan legal; ini adalah petani swadaya yang mayoritas adalah berasal dari petani-petani eks-plasma. Dimana dalam kategori ini petani tersebut tidaklah masuk dalam kategori petani beresiko tinggi. Petani kategori ini adalah petani yang berkebun dilokasi yang legal dan telah memiliki legalitas atas lahan berupa SHM dan legalitas kebun STDB.
  2. Petani swadaya Legal atas lahan tapi belum legal secara komoditas; petani kategori ini adalah petani yang telah memiliki SHM, namun belum meregistrasi komoditas yang diusahakan diatas lahan tersebut. Legalitas komoditas adalah dalam bentuk STDB
  3. Petani swadaya legal tapi tidak memiliki surat; lahan petani ini adalah berada di areal yang diperbolehkan secara legal, namun belum memiliki SHM dan STDB.
  4. Petani swadaya legal secara lahan, tapi illegal secara komoditas; petani-petani ini adalah petani kelapa sawit yang sebelumnya mengusahakan tanaman karet. Secara legal lahan yang dikelola oleh petani ini adalah Kawasan hutan, namun tidak ada persoalan ketika petani menanam karet. Ketika petani berganti komoditas kelapa sawit, maka saat itu kemudian komoditas kelapa sawit dalam bentuk TBS dan model pengelolaan lahannya menjadi illegal. Karena jelas tidak diperbolehkan mengelola Kawasan hutan dengan tanaman kelapa sawit
  5. Petani swadaya illegal; adalah petani swadaya yang tidak memiliki secara penguasaan lahan sebelumnya. Sementara lahan tersebut adalah Kawasan hutan.

Kategori ini secara jelas terlihat dalam data-data yang direkam oleh JALA Setara, dan melalui rekaman ini, Yayasan Setara Jambi juga pihak lain yang berkepentingan terhadap petani swadaya dapat mengembangkan model intervensi untuk membantu petani swadaya.

JALA Setara saat ini telah berkerja sama dengan 4 pabrik milik Asian Agri dan 2 Pabrik yang mensuply ke Apical. Kerjasama ini berupa pendataan petani swadaya untuk melihat ketelusuran TBS dari petani ke pabrik.

Saat ini sedang dikembangkan juga pemberian insentif bagi petani yang terdaftar di dalam JALA Setara dengan berkerja sama dengan KAO Jepang. Ini sedang diuji coba di wilayah-wilayah bersertifikat RSPO.

JALA Setara juga saat ini dapat diakses oleh Dinas Perkebunan Propinsi Jambi dan juga BAPPEDA Propinsi Jambi, dengan tujuan agar pemerintah propinsi dapan menjadikan data ini sebagai masukan dalam membangun program untuk petani-petani swadaya di Indonesia.

Unidha Yayasan Setara Jambi adalah Lembaga Non Pemerintah (NGO) yang berkedudukan di Provinsi Jambi, lembaga ini didirikan pada bulan Mei 2007. Yayasan Setara Jambi terdaftar di Akte Notaris Indra Kurniawan Harahap, SH No.10 Januari 2011, terdaftar di Menteri Hukum dan HAM No. AHU-3568.AH.01.04.tahun 2011.Dalam menjalankan kegiatan, kami mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga donor, yaitu HIVOS, Misereor, Solidaridad, IDH, RSPO serta sumbangan lain yang tidak mengikat.
© 2019 Yayasan Setara Jambi Follow Yayasan Setara Jambi : Facebook Twitter Linked Youtube