Posted on Wednesday 21 January 2009
…
Ditulis oleh : Rian Hidayat
Staf divisi Kampanye SETARA
Sertifikasi RSPO bagi perusahaan; mendorong upaya resolusi konflik
Sejak awal kemunculannya, Forum Round Table Sustainable Palm Oil (RSPO) menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat sipil baik di dalam maupun diluar negeri. Bagi yang menolak, RSPO dianggap hanya sebagai sebuah bentuk “green-washing” agro industri, (atau membuat imej mereka seakan-akan pro-lingkungan) sebagai respon terhadap semua publisitas negatif yang mereka terima selama ini akibat krisis pangan dan juga terhadap kian luasnya oposisi sosial dan politik terhadap rencana perluasan model produksi agrofuel saat ini. Akan tetapi, RSPO yang merupakan inisiatif dari bisnis telah hadir dan sudah menyelenggarakan Round Table nya yang keenam di Bali pada November 2008 lalu. RSPO juga telah melahirkan beberapa Prinsip dan Kriteria (P dan K) yang tidak hanya diperuntukan bagi perusahaan, tapi juga untuk petani kelapa sawit. Artinya,walaupun RSPO bersifat voluntary tapi mempunyai kedudukan yang tidak bisa dianggap sebelah mata dan dikesampingkan. Memang selalu ada kecurigaan ketika kita berhadapan dengan kepentingan perusahaan. Tetapi, tuntutan pasar dan persaingan bisnis dalam skala global yang menginginkan produk CPO yang bersih dari konflik sosial dan lingkungan memaksa mereka untuk tidak mengesampingkan problematika yang selama ini ada di dalam praktek pembangunan perkebunan kelapa sawit. Dengan kata lain, mengapa kita tidak melihat fenomena ini sebagai sebuah peluang dan upaya bagi kita (walaupun kecil) untuk mendesak pelaku bisnis di perkebunan kelapa sawit untuk memperhatikan seluruh problematika yang pernah mereka lahirkan. (more…)



