Aktifitas Kami

Friday, 18 Dec 2009

Dokumentasi Pameran SETARA Hari Pangan Sedunia


16 November 2009

Aktifitas Kami

Friday, 18 Dec 2009

Dokumentasi Seminar Ketahanan Pangan, 07 November 2009

“Mengembangkan Sistem Pangan Masyarakat Untuk Antisipasi Perubahan Iklim”
(Tiada Pangan Tiada Kehidupan, Tiada kehidupan Tiada Peradapan)

(more…)

Gallery

Monday, 24 Aug 2009

foto

Foto eksekusi penebangan pohon sawit yang di tanam di atas perkuburan warga SAD oleh PT asiatik Persada

 

Success story

Wednesday, 12 Aug 2009

Usaha mendorong minyak sawit berkelanjutan

  1. RSPO; mendorong sustainable palm oil tidak sekedar membangun imej

Sejak tahun 2005 hingga sekarang, Yayasan SETARA sangat intens dalam melakukan diskusi dan juga pertemuan dengan pihak pemerintah propinsi. Dari sosialisasi tentang inisiatif global tentang RSPO dan kepentingan daerah untuk mendorong minyak sawit berkelanjutan sebagai usaha untuk memperbaiki iklim investasi dan juga perbaikan lingkungan serta kesejahteraan petani. Dengan bantuan dari berbagai pihak, terutama Sawit Watch dan juga beberapa donor seperti Hivos, Doen Foundation, pada awal tahun 2009, pihak pemerintah dalam hal ini Gubernur propinsi Jambi mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di propinsi Jambi untuk menerapkan UUD perkebunan dan juga menerapkan Prinsip dan Kriteria RSPO dalam aktifitasnya, karena prinsip dan criteria tersebut adalah cara untuk mendorong perbaikan lingkungan, social dan juga ekonomi untuk terus berkelanjutan. Surat himbauan tersebut keluar pada tgl 14 April 2009 lalu. (more…)

Kampanye SETARA

Tuesday, 21 Jul 2009

Harga Sawit Membaik tapi Produksi Sawit Turun Drastis; Petani Semakin Tidak Mampu Membeli Pupuk.

 

‘Sawit adalah tanaman andalan’- Demikianlah sebutan atau tepatnya jargon yang diberikan oleh Pemerintah Jambi terhadap tanaman komodity ekspor terbesar ini. kenapa demikian? Karena pengalaman yang telah dirintis sejak tahun 1990 lalu telah membuktikan bahwa program pengembangan perkebunan kelapa sawit telah berhasil menciptakan pembangunan infra struktur pedesaan dan peningkatan kesejateraan petani, terutama bagi masyarakat transmigran yang tersebar di hampir semua kabupaten yang ada di propinsi Jambi. Tanaman kelapa sawit mampu merubah keadaan ekonomi petani biasa menjadi masyarakat berkelas yang mampu membeli kendaraan mewah dan membangun rumah megah. Pemandangan indah ini cukup membius sebagian besar masyarakat luas, hal ini ditandai dengan selalu tersedianya lahan masyarakat untuk dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit, baik untuk diusahakan secara mandiri/ swadaya ataupun untuk diusahakan dengan cara terlibat skema kerja sama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit/mitra, tanpa melihat sisi lain yakni konflik sosial dan kerusakan lingkungan yang turut serta menyertai laju perkembangannya.

 

Turunnya harga TBS/Tandan Buah Segar dari Rp. 2000/Kg menjadi Rp. 800 hingga Rp. 500/Kg pada Agustus tahun lalu sebagai dampak langsung krisis global cukup membuat petani sawit mengalami shok bahkan depresi. Akan tetapi kondisi ini tidak menyurutkan langkah pihak-pihak terkait seperti petani, pengusaha dan pemerintah untuk terus menambah luas perkebunan kelapa sawit, dan ironisnya perluasan ini belum disertai dengan sistem perangkat pendukung penting seperti kepastian ketersediaan bibit bersertifikat, pupuk dan bahan kimia/pestisida pengusir hama. Kenyataan ini menjadi tantangan terbesar yang dialami petani kelapa sawit baik petani mitra ataupun petani swadaya. (more…)