Uncategorized

Friday, 19 Feb 2010

Kebun sawit bukan hutan, dan hutan bukan untuk kebun sawit

“Menyoal tentang rencana Menhut untuk memasukkan perkebunan kelapa sawit menjadi bagian dari kawasan hutan melalui Peraturan Menteri Kehutanan”

Pihak industri kelapa sawit adalah pihak yang paling gembira saat ini, betapa tidak kelapa sawit yang selama ini dianggap sebagai salah satu biang masalah lingkungan dan konflik social sebentar lagi akan berbalik menjadi salah satu jawaban bagi semakin menurunya kualitas dan kuantitas hutan. Kegembiraan seolah berlipat ketika beberapa waktu lalu, kelapa sawit juga didaulat menjadi salah satu jawaban bagi krisis energi dan pemanasan global.

Kelapa sawit bukan hutan

Beberapa definisi hutan yang lazim digunakan Hutan ialah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang disominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan (UU RI No. 41 tahun 1999). Hutan adalah lapangan yang ditumbuhi pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya atau ekosistem (Kadri, dkk 1992). Hutan adalah masyarakat tetumbuhan yang dikuasai atau didominasi oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan di luar hutan (Soerianegara, dkk 1982). Hutan adalah masyarakat tetumbuhan dan binatang yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah dan terletak pada suatu kawasan, serta membentuk suatu kesatuan ekosistem yang berada dalam keseimbangan yang dinamis.


(more…)

Berita

Wednesday, 17 Feb 2010

Sawit Menggeser Lahan Pangan “kami ganti sawah kami menjadi kebun sawit, karena sawit lebih menguntungkan dan lebih tahan terhadap banjir dan kemarau ”
Oleh: Nurbaya Zulhakim

Propinsi Jambi memang terkenal dengan pengembangan sektor perkebunannya , terutama perkebunan tanaman karet yang merupakan warisan turun temurun yang mulai dikembangkan sejak Jambi ini ada , hampir semua masyarakat pedesaaan yang tersebar di semua kabupaten mengembangkan tanaman karet (Kecuali Kab. Tanjabbar dan Tanjabtim), Demikian juga halnya dengan budidaya tanaman pangan, merupakan warisan budaya turun temurun yang dikembangkan beriringan dengan tanaman karet, masyakat pedesaan menjadikan karet sebagai sandaran hidup untuk mencukupi kebutuhan sandang, pakaian dan lauk pauk. Sementara padi, jagung dan sayur-sayuran merupakan makanan pokoknya.

(more…)

Berita

Monday, 15 Feb 2010

Bagaimana membuat sertifikasi RSPO bermanfaat bagi petani mandiri

Petani kelapa sawit mandiri adalah rantai yang diletakkan paling bawah, padahal keberadaannya tak bisa diremehkan. Didunia, CPO dari petani sawit mandiri juga turut diperdagangkan bersama dengan produk dari perusahaa-perusahaan besar dan produk dari petani plasma. Di propinsi Jambi misalnya, petani mandiri menguasai hampir 27% dari total luas perkebunan  kelapa sawit sawit yang mencapai 480.000 Ha ditahun 2009.

Sertifikasi RSPO dan petani mandiri
Forum RSPO adalah forum international yang dibangun atas dasar kepentingan pasar untuk tidak menyerap minyak sawit yang diproduksi secara tidak berkelanjutan, dan atas dasar mendorong dan mempromosikan penggunaan minyak sawit yang dihasilkan dari aktifitas yang berkelanjutan baik secara lingkungan, social dan economi. RSPO telah melalui 7 kali putaran diskusi, dan pada putaran ke 6 forum ini akhirnya telah menyelesaikan mandate pentingnya yaitu membangun P&C RSPO generic yang nantinya akan menjadi acuan bagi pembentukan P&C untuk perusahaan, petani skema dan petani mandiri atau swadaya. (more…)

Berita

Friday, 12 Feb 2010

Limbah PT KDA mencemari Sungai; Dimana komitment terhadap minyak sawit keberlanjutan?

PT Kresna Duta Agroindo atau PT KDA adalah salah satu anak perusahaan milik PT SMART yang beroperasi di kabupaten Merangin propinsi Jambi kembali membuat ulah, baru-baru ini perusahaan yang bergiat disektor perkebunan kelapa sawit ini diduga sebagai salah satu penyebab tercemarnya sungai di desa Jelatang kecamatan Pamenang. Pencemaran itu diduga berasal dari jebolnya tanggul limbah milik perusahaan. Menurut beberapa catatan laporan dari berbagai media, bahwa limbah tersebut tidak saja mencemari sungai, tapi juga mencemari sawah-sawah milik masyarakat desa Jelatang. Dan bukan hanya pada saat ini, tapi sudah 4 tahun limbah PT KDA mengganggu dan meresahkan warga desa Jelatang. Warga juga sudah berkali-kali melakukan protes, dari mengirim surat kepada pihak management hingga melakukan demontrasi, tapi tetap saja tidak ada tanggapan berarti dari pihak perusahaan.

(more…)

Aktifitas Kami

Friday, 18 Dec 2009

Dokumentasi Pameran SETARA Hari Pangan Sedunia


16 November 2009